JAKARTA – Bukan hanya Gubernur DKI Pramono Anung yang geram terhadap kinerja Transjakarta, tapi kalangan Dewan juga ikut marah. Hal itu dikarenakan maraknya kejadian kecelakaan bus kebanggaan warga Ibukota secara beruntun sehingga kinerja pimpinan BUMD disorot banyak pihak.
Kalangan Dewan yang turut menyoroti kinerja manajemen Transjakarta, salah satunya anggota Komisi B dari Fraksi PDIP yakni Dwi Rio Sambodo dan Ketua Fraksi NasDem Akhmad Luqman Jupiter. “Sejumlah teman-teman di Dewan mendukung keinginan Gubernur untuk melakukan evaluasi di jajaran pimpinan maupum mendorong TransJakarta segera melakukan audit perekrutan, pelatihan, dan sertifikasi pramudi,” kata Dwi Rio di gedung DPRD DKI Jakarta.
Menurutnya, pramudi yang terlibat insiden wajib menjalani resertifikasi sebelum kembali bertugas. “Apalagi kalau benar dugaan kecelakaan akibat rem bolong, maka bagian pemeliharaan harus turut diperiksa karena anggaran perawatan cukup besar sehingga mestinya tidak terjadi kasus rem bolong,” tandas anggota DPRD yang terpilih hingga empat periode.
Dwi Rio yang juga Sekretaris fraksi PDIP DPRD DKI itu juga meminta agar TransJakarta memasang teknologi canggih untuk deteksi kantor pramudi. “Hal itu demi mengurangi risiko kecelakaan. Mempercepat pemasangan dan optimalisasi teknologi canggih seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang dapat mendeteksi kantuk, lane departure dan tabrakan,” kata Dwi Rio. Selain itu, audit terhadap fungsi event data recorder dan GPS untuk memantau kecepatan dan kedisiplinan berkendara secara real time.
Sementara itu, Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta mendorong TransJakarta melakukan evaluasi menyeluruh usai bus mengalami tiga kali kecelakaan dalam sebulan. NasDem menekankan TransJakarta harus memperhatikan keselamatan penumpang. “Menurut saya ada beberapa hal yang harus dilakukan pembenahan internal oleh seluruh jajaran Direksi TransJakarta, karena menyangkut keselamatan nyawa banyak orang,” kata Ketua Fraksi NasDem DKI Ahmad Lukman Jupiter.
Diketahui, bus TrasnJakarta mengalami tiga kali kecelakaan dalam satu bulan. Salah satu bus TransJakarta menabrak empat ruko dan sejumlah orang luka-luka di wilayah Cakung, Jakarta Timur. Dia sangat setuju jika Gubernur Pramono mengevaluasi jajaran direksi secepatnya.
Peristiwa kecelakaan terjadi pada Jumat (19/9) pukul 05.30 WIB. Lalu pada Kamis (18/9) Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Cideng Timur, tepatnya di perempatan RSUD Tarakan, Jakarta Pusat. Kecelakaan tersebut melibatkan dua kendaraan, yaitu bus TransJakarta koridor 3 dan sebuah truk. Pada awal September bus TransJakarta menabrak toko di wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan. Satu orang mengalami luka dalam peristiwa tersebut. (jo)








Komentar