JAKARTA – Maraknya pelanggaran trotoar berubah fungsi sebagai tempat jualan, Pemkot Jakarta Utara (Jakut) menggelar Operasi Bina Tertib Praja atau operasi tertib trotoar. Sebanyak 250 petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, Kogartap, Pomal, Satpol PP, Sudin Sosial, Dishub dan UPT Parkir dikerahkan dengan sasaran pedagang kaki lima (PKL), PMKS, Jukir dan parkir liar.
Walikota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin. Selain itu juga bertujuan memberikan kenyamanan dari masyarakat terutama pejalan kaki, selain itu trotoar tidak beralih fungsi.
“Ini bukan sekadar penertiban, tapi bentuk edukasi dan pembinaan untuk membangun budaya tertib di tengah masyarakat,” ujar Wali Kota, Kamis (7/8/2025).
Menurutnya, sejumlah jalan protokol di enam wilayah ditertibkan. Dalam operasi ini para petugas lapangan mengedepankan bersikap tegas dan tetap humanis.
“Sasaran pedagang kaki lima (PKL) di trotoar, Parkir liar & jukir ilegal dan PMKS (penyandang masalah kesejahteraan sosial),’ terangnya.
Sementara itu Kasat Pol PP Jakarta Utara, Muhammad Dong didampingi Kasie Penertiban Satpol PP, Purnama menambahkan, sejumlah lokasi ditertibkan antaranya di Jl. Danau Sunter Selatan Kelurahan Sunter Jaya dan Jl. Pademangan VI Kelurahan Pademangan Timur. Selanjutnya lokasi tersebut dijadikan titik tertib trotoar.
“Kami berharap mudah-mudahan kedepan trotoar di jakarta Utara akan bebas dari PKL. Kami menghimbau kepada warga untuk sama-sama menjaga ketertiban wilayah,”terangnya.
Dalam operasi itu ratusan pelanggaran ditindak mulai PKL, parkir liar, PMKS dan cabut pentil. (Wandhy)







Komentar