JAKARTA – Dalam rangka antisipasi penipuan dengan modus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto mengimbau warga agar waspada. Untuk pelayanan aktivasi IKD sama sekali tidak dipungut biaya dan harus dilakukan secara tatap muka.
Denny Wahyu mengingatkan warga untuk ekstra waspada dengan maraknya penipuan yang yang kebanyakan dilakukan melalui telepon. Modusnya, si penipu menjamin bisa melayani aktivasi IKD secara daring dengan minta imbalan uang atau mencuri data Identitas. Menurutnya itu adalah bohong besar dan masyarakat diminta tidak mempercayainya.
Menurut Denny, aktivasi IKD cuma bisa dilakukan langsung tatap muka dengan petugas resmi. Tidak ada cara lain.
“Penipuan soal aktivasi IKD ini memang sedang banyak terjadi di seluruh Indonesia. Sudah sejak 5 Juni, Dirjen Dukcapil keluarkan surat edaran yang mengingatkan, bahwa tidak pernah ada komunikasi lewat telepon, SMS, atau WhatsApp untuk aktivasi IKD,” tegasnya di Jakarta, Kamis (7/8).
Denny menjelaskan, cara aktivasi yang benar adalah lewat petugas resmi yang datang langsung ke warga. Bahkan ada program jemput bola yang kerja bareng pengurus RT dan RW. “Kami kumpulkan warga di satu tempat, lalu petugas resmi yang aktivasi. Ini juga buat melindungi data warga dari serangan kejahatan siber,” jelasnya.
Tak hanya masyarakat biasa yang jadi sasaran, pejabat Dukcapil pun tak luput dari tipu muslihat pelaku. “Contohnya, pejabat Kepala Bidang di Dukcapil pernah dihubungi beberapa kali oleh pelaku yang ngaku staf humas kecamatan. Ada juga yang sampai kirim surat palsu. Anggota kami saja bisa kena tipu, apalagi warga biasa. Makanya kita harus waspada,” imbaunya.
Sementara itu, anggota Komisi A DPRD DKI, Nuchbatillah, mengaku pernah jadi korban coba-coba penipuan pada 2 Agustus lalu. Seseorang yang mengaku dari Dukcapil Terpadu terus berkali-kali meneleponnya. “Ada enam kali panggilan tak terjawab. Pas saya angkat, dia ngaku dari Jakarta Pusat. Tapi pas saya tanya nama Kasudinnya, dia jawab ngawur. Saya langsung tahu itu penipu,” ujar Nuchbatillah.
Dia berharap Dukcapil makin gencar sosialisasi agar masyarakat tidak mudah kena jebakan tipu. “Semoga masyarakat makin paham dan hati-hati,” harap politisi Gerindra. (jo)







Komentar