POSKOTA.CO-Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merekam popularitas dan kesukaan publik terhadap putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon wakil presiden (Bacawapres) di Pilpres 2024.
Ada 4 tokoh yang masuk dalam survei ini, salah satunya Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.
Adapun survei LSI Denny JA kali ini bertajuk ‘Gibran, Generasi Milenial & Pertarungan Cawapres 2024’.
Dari segi popularitas, Gibran mengungguli Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar.
“Popularitas Wali Kota Solo itu yang teratas dengan tingkat popularitas sebesar 66,5 persen. Di bawahnya adalah Erick Thohir (61,8 persen), Airlangga (52,3 persen), dan Muhaimin (43,1 persen),” kata Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (14/8/2023).
LSI Denny JA melakukan survei tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner kepada 1200 responden di seluruh Indonesia. Dengan 1200 responden, margin of error survei ini sebesar 2.9%. Survei dilakukan pada tanggal 3 – 15 Juli 2023.
Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, in-depth interview, expert judgement dan focus group discussion.
Ardian juga menjelaskan bahwa Capres Prabowo Subianto tak terkalahkan oleh Ganjar Pranowo/Sandiaga Uno dan Anies Baswedan/AHY, jika Capres Partai Gerindra ini dipasangkan dengan Gibran Rakabuming Raka, Erick Thohir, Airlangga Hartarto, atau Muhaimin Iskandar.
Pasangan Prabowo-Gibran meraih suara responden sebanyak 38,8 persen. Simulasi tersebut unggul dari pasangan Ganjar-Sandiaga dengan perolehan sebesar 33,1 persen. Sedangkan pasangan Anies-AHY sebesar 16,4 persen.
“Dari simulasi tiga ini kita bisa melihat bahwa yang paling unggul, tertinggi adalah Prabowo-Gibran,” jelas Ardian.
Di samping itu, ada empat poin keunggulan yang dihasilkan untuk Prabowo jika Gibran dipilih sebagai cawapresnya. Empat Poin tersebut adalah lebih dikenal dan disukai; kuat di Jawa Tengah; kuat di generasi Z dan milenial; serta berasosiasi kuat dengan Jokowi yang populer.
Kendati unggul dalam simulasi pasangan, popularitas, hingga kesukaan publik, hambatan satu-satunya Gibran untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Prabowo adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam undang-undang tersebut, diatur batas usia minimal capres dan cawapres adalah 40 tahun.
“Tetapi sebagaimana kita ketahui, ini sedang dalam proses di MK. Sehingga jika ini nantinya, kita tidak tahu setuju atau tidak, tetapi jika ini nanti MK memutuskan bahwa usia capres-cawapres bisa di bawah 35 tahun misalnya, tentu ini sebuah harapan baru atau matahari terbit buat Gibran,” pungkasnya. (din/fs)








Komentar