Oleh H. Azman Ridha Zain S.Ag, M.Si
إِنّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ
لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيّدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ
إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا
فَاِ ذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَا نْتَشِرُوْا فِى الْاَ رْضِ وَا بْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَا ذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Kaum Muslimin Jama’ah Juma’at yang dirahmati Allah.
Pada siang yang berbahagia ini, khatib mengajak kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Jika hitung jumlah nikmat tersebut maka tiada satupun yang sanggup menghitungnya.
Shalawat dan salam selalu doakan kepada Allah untuk disampaikan kepada Rasulullah SAW.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ
“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.
Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.”
Bagi yang sehari -harinya senantiasa bersalawat kepada Rasulullah, Allah berjanji memberikan ampunan, menerima doa dan mendapatkan syafaatnya di Yaumil akhir nantinya.
Kaum Muslimin Jama’ah Juma’at yang dirahmati Allah.
Dalam mencari rezeki ada dua kondisi yang mungkin banyak mempengaruhi sebagian besar dari kita.
Yang pertama, yang kesulitan dalam mencari rezeki, sehingga tidak jarang membuat kita putus asa. Karena setelah berusaha semampu kita, ternyata hasil yang diapatkan belum sesuai dengan yang diharapkan.
Mencari rizki bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Terkadang kita menghadapi tantangan, ujian maupun cobaan yang menguji kesabaran dalam meraih rezeki Alah yang terbentang di bumi Allah yang luas ini. Apakah itu dagangan yang tidak laku, kena tipu, atau diberhentikan dari pekerjaan oleh atasan dan beragam kondisi lainnya yang tidak diinginkan. Bisa jadi saat menghadapi hal tersebut di atas kita menjadi stres, frustrasi, depresi dan bahkan tidak mustahil ada orang yang mengakhiri hidup dengan bunuh diri akibat tidak sanggup menghadapi cobaan rezeki yang datang bertubi-tubi.
Terhadap berbagai cobaan berat yang mungkin saja dihadapi oleh sebagian kita yang menghadiri sholat Jum’at saat ini, Allah mengingatkan di dalam Al-Qur’an untuk tidak berputus asa terhadap hal demikian dan kembali memohon ampun kepadaNya.
قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53).
Berputus asa, stres maupun frustasi yang berlarut bukan memberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi, malah bakal menambah beban dalam hidup. Maka kita harus segera bangkit seraya melakukan introspeksi diri. Mungkin selama ini kita mempunyai kesalahan yang membuat Allah murka, maka setelah ini kita memohon ampun dan tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
Yakinlah dibalik kesulitan yang dihadapi pasti ada kemudahan dan jalan keluarnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاِ نَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . اِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا . (QS. Al-Insyirah 94: Ayat 5- 6)
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
Di sisi lain, ada sebagian orang di zaman sekarang yang pandangan hidupnya terlalu fokus pada dunia, mencari rezeki dengan berbagai cara, bahkan tidak jarang menghalalkan segala cara, demi untuk menggapai kekayaan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
فَوَاللَّهِ مَا الْفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ
قَبْلَكُمْ فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُم
عَلَى مَنْ
Demi Allah! Bukanlah kemiskinan yang saya takutkan pada kalian. Akan tetapi yang saya takutkan pada kalian adalah dunia dilimpahkan kepada kalian sebagaimana telah dilimpahkan kepada orang-orang sebelum kalian, Sehingga kalian berlomba-lomba mengejarnya sebagaimana mereka berlomba-lomba mengejarnya dan dunia akan menghancurkan kalian sebagaimana dia telah menghancurkan mereka. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Tidak jarang sebagian dari orang-orang yang berlebihan dan jauh dari pedoman ajaran agama dalam mencari rezeki tersebut pada akhirnya mendapatkan kehinaan dan penyesalan tak berujung. Baik karena melakukan kejahatan dengan menghalalkan segala cara maupun perbuatan tercela lainnya dalam mencari rezeki.
Kaum Muslimin Jama’ah Juma’at yang dirahmati Allah.
Lalu pertanyannya kemudian, apakah konsepsi atau hakikat rezeki yang sebanarnya? Dan bagaimana agar kita dapat menempuh jalan yang diridhoi Allah dan mendapatkan kekayaan dan kemakmuran maupun kebahagiaan sejati, baik di dunia dan di akhirat.
Apakah karunia Allah itu hanya berupa uang, jabatan, rumah, makanan dan minuman saja? Tentu tidak.
Justru makanan, minuman, harta, kendaraan, rumah dan lain-lain itu Allah berikan kepada siapa saja, yang dicintainya dan yang tidak dicintainya, yang disayang Allah maupun yang tidak disayang, semuanya diberi.
Baik yang muslim maupun non muslim, orang beriman, ataupun orang kafir dan munafik semua mendapatkan rezeki sesuai dengan apa yang diusahakannya. Jenis rezeki ini adalah rezeki yang sifatnya materi.
Selain rezeki dalam bentuk materi, ada juga rezeki lain yang bentuk dan sifatnya non materi seperti keimanan, amal sholeh, ilmu yang bermanfaat, kenyamanan dalam beribadah dan sebagainya. Rezeki jenis ini diberikan oleh Allah hanya kepada manusia-manusia spesial yang disayang Allah, yaitu hamba-hamba yang mencintai dan dicintai Allah Subhanahu wata’ala.
Untuk memahami hakikat rezeki yang sebanarnya dan bagaimana memaknai keberadaan rezeki tersebut untuk kemaslahatan kehidupan kita semua, perlu kiranya kita mengetahui jalan rezeki yang telah ditepkan oleh Allah kepada kita. Dalam hal ini setidaknya terdapat 8 jalan atau jalur rezeki yang didapatkan manusia selama hidup di dunia:
- Rizqi Gawan (bawaan dari lahir)
وما من دابة في الارض الا علي الله رزقها (هود :٦)
“Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin Allah SWT rezekinya.”
Meskipun demikian, besaran dan kisaran rezeki yang didapatkan setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang sehari mendapat rezeki sejuta seperti seorang pengusaha besar misalnya. Ada juga yang hanya mendapat 40 ribu per hari seperti tukang becak misalnya. Padahal bisa jadi jam kerja dan beratnya pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari hampir sama.
- Rizqi sebab menikah
وانكحوا الايامي منكم والصالحين من عبادكم واماءكم* ان يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله* (النور : ٣٣)
Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang diantara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki maupun wanita. Jika mereka miskin, maka pasti Allah SWT akan memberikan kemapanan kepada mereka dengan karunia-Nya.”
Jadi yang sudah berumur sangat di anjurkan segera menikah. Jangan karena merasa belum mapan dalam pekerjaannya, belum cukup uang tabungannya, atau karena masih terus mengejar karir sampai terlalu lama menunda untuk menikah. Justru yang banyak terjadi, oleh sebab menikah seseorang lebih mudah meraih kekayaan yang diidamkannya.
- Rezeki sebab punya anak
ولا تقتلوا اولادكم خشية املاق* نحن نرزقهم واياكم* (الاسراء :٣١)
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yg memberi rezeki kepada mereka dan kepada mu.”
Contoh dalam hal ini adalah Nabi Ya'kub yang pada masa mudanya memutuskan untuk hijrah dari kampungnya dan bekerja sebagai penggembala kambing. Setelah menikah dan punya anak 12 orang kambingnya malah semakin bertambah dan kehidupan nya pun bertambah makmur.
- Rezeki sebab shadaqah
من ذا الذي يقرض الله قرضا حسنا فيضاعفه له اضعافا كثيرة* والله يقبض ويبصط واليه ترجعون (البقرة : ٢٤٥)
“Barangsiapa meminjami Allah SWT dengan pinjaman yang baik maka Allah SWT akan melipat gandakan ganti kepada nya dengan banyak. Allah SWT lah yang menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada- Nya lah kamu dikembalikan. Orang yg banyak sedekah hartanya pasti bertambah & barakah. Ini merupakan jaminan dari Allah dan tidak sebagaimana anggapan sebagian dari orang yang belum paham dan merasa bahwa sedekah mengurangi harta & membuang-buang uang yang dikumpulkan dengan susah payah.
- Rezeki sebab istighfar
فقلت استغفروا ربكم انه كان غفارا ١٠ يرسل السماء عليكم مدرارا ١١ ويمددكم باموال وبنين
“Maka aku berkata (kepada mereka)”; Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu.”
Agar rezeki semakin mengalir kita dianjurkan memperbanyak membaca istighfar & bertaubat dari dosa yang mungkin pernah kita lakukan. Sebab dosa itu penghalang turunnya rahmat.
- Rezeki sebab bersyukur
لءن شكرتم لازيدنكم (ابراهيم : ٧)
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepada mu.”
لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Bukanlah yang dinamakan kekayaan itu dengan banyaknya barang, akan tetapi kekayaan (yang sesungguhnya) adalah kekayaan jiwa/hati Andai kerja baru dapat rezeki sedikit ya harus disyukuri, nanti Insya Allah akan memberikan banyak bonus dari sikap bersyukur ini.
- Rizqi sebab taqwa
ومن يتق الله يجعل له مخرجا * ويرزقه من حيث لا يحتسب (الطلاق ٢)
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah SWT niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”
Contoh dari amaliah seseorang yang bertaqwa adalah orang yang sering jama’ah sholat maktubah. Makanya kyai2 banyak uang pada hal mereka bekerja ala kadarnya, tidak ngoyo seperti yg lain.
- Rezeki sebab usaha/kerja.
وان ليس للانسان الا ما سعي ( النجم :٣٩)
“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya”
Alhasil makin seseorang giat bekerja maka Allah SWT pasti akan menambah rezeki orang tersebut. Dia tidak akan menyia-yiakan usaha sekecil apapun dari manusia tersebut. Semoga Allah berikan rezeki kepada kita dengan anugerah rezeki yang melimpah dan penuh dengan keberkahan, Aamiiin Ya Rabbal alamin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah kedua
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ
عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا
بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَ
. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ
وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ اللّٰهُمَّ
أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ. (anton)







Komentar