oleh

Khutbah Jumat: Wabah Corona dan Sabar

Bismillahirrohmanirrohim. Assalamu`alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ عَلَى قُلُوْبِ اْلمُسْلِمِيْنَ المُؤْمِنِيْنَ، وَجَعَلَ الضِّياَقَ عَلَى قُلُوْبِ الْمُنَافِقِيْنَ وَالْكَافِرِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ اْلحَقُّ اْلمُبِيْنُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الأَمِيْنِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلمِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ المَبْعُوْثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ اْلعَلِيِّ اْلعَظِيْمِ. أَمَّا بَعْدُ
أَيُّهاَ اْلحَاضِرُوْنَ اْلمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Alhamdulilllah, marilah membanyak syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat yang diberikan kepada kita semua. Nikmat iman dan Islam, nikmat kesehatan, nikmat hidup. Karena itu selayak dan sepatutnya kita bersyukur kepada pemberi nikmat yaitu Allah Azza Wajalla. Insya Allah iman dan tauhid kita dikuatkan dan tetap istiqomah melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Salawat dan salam kita curahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW, karena beliaulah Nabi dan Rasul penutup, tidak adalagi yang lain. Ajaran yang disampaikan melalui wahyu Allah, adalah ajaran agama yang benar dan diridhoi Allah yang dapat menyelamatkan umat manusia dari dunia hingga akhirat. Dari dunia barbar kepada kehidupan yang beraturan dan berakhlak.

Tak lupa juga sawalat teriring salam kita sampaikan kepada keluarga Rosulullah, para sahabat-saabat, tabiin-tabiin dari zaman dahulu hingga yaumil akhir nanti. Termasuk kita nantinya, Insya Allah mendapat safaat dari Rasulullah SAW.

Jamaah Sholat Jumat Yang Dimuliakan Allah

Memasuki minggu kedua Juni 2020 ini, sebagian besar umat manusia di permukaan bumi ini masih dihantui wabah penyakit bernama corona. Siklusnya masih turun naik dan kita harus tetap mewaspadai penyebaran wabah penyakit mematikan ini.

Sebagai umat Islam, umat yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka kita harus banyak bersabar menerima dan menghadapi cobaan dan ujian  Allah SWT. Sesungguhnya sabar adalah sesuatu yang sangat penting dalam ajaran Islam. Maka kedudukan sabar itu sangat penting dalam kehidupan umat beriman. Sabar menjadi satu faktor dari berbagai faktor mendapatkan pertolongan dari Allah Taala.

Firman Allah SWT:

يٰۧااَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ إنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah 153)

Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّبْرُ نِصْفُ الْإِيْمَانِ

Sabar adalah separuh dari iman.” (HR. Abû Na`im dan al-Khathîb).

Sungguh jelaslah bahwa ajaran sabar sangat penting dalam Islam. Karena itu porsi sabar menduduki separo dari kesempurnaan iman seseorang. Sabar pada saat ini sangat diperlukan untuk diamalkan. Wabah Covid-19 menyeruak kepada relung-relung aktifitas umat manusia. Kita harus sabar mencegah penularan penyakit ini secara massif.

Kita diperintahkan ulil amri untuk konsisten mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. Kita harus sabar dan ikhlas untuk mengamalkannya. Tidak menganggap sepele atau acuh tidak acuh atas perintah itu, karena itu termasuk ikhtiar bersama untuk mencegah dan menghindari wabah penyakit, apalagi wilayah yang ditempati masuk zona merah.

Saudaraku Seiman Karena Allah

Menghindari sesuatu yang berbahaya adalah sesuai dan sejalan dengan perintah ajaran Islam. Wabah Corona telah berbulan-bulan belum juga berakhir, seyogianya kita sikapi dengan penuh kesabaran.Yakinkan pada diri kita bahwa setiap musibah akan membuahkan hikmah sebagai pelajaran berharga buat umat manusia, apalagi kepada umat Islam yang dibekali petunjuk hidup yang hakiki Al Qur`an dan Sunnah Nabi.

Tentu muncul dalam benak pikiran bahwa wabah penyakit ini telah berdampak luas kepada tatanan kehidupan dan roda ekonomi dan lainnya. Banyak karyawan di-PHK, banyak penganguran, mau kemana-mana serba dibatasi. Gelisah, galau, was-was dan rasa khawatir berkecamuk,  bahkan rasa ketakutan yang berlebihan terkadang muncul pada sebagian orang.

Dengan demikian, kita sebagai umat Islam, umat yang beriman hendaknya tidak larut dengan perilaku yang demikian. Semakin besar ujian dan cobaan, semakin kuat kita mengingat Allah dan mengamalkan ajaran-Nya. Teruslah beramal, sholat lima waktu jangan tinggal, baca Al Qur`an, sedeqah, menolong antar sesama dan sebagainya.

Kita pun diperintahkan ajaran Islam untuk menyampaikan kabar atau wasiat yang menyejukkan. Bukan malah menambah kepanikan kepada umat manusia. Menyebarkan kabar bohong (hoax) berisi fitnah atau meraup bisnis atas penderitaan orang lain.

Dunia ini adalah arena ujian berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda dan lain-lain. Tetapi ingat, Allah SWT memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar dan menetapkan pahala dan rahmat, juga kepada orang-orang yang sabar.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الـخَوْفِ وَالْـجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَموَالِ وَالأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ. اَلَّذِيْنَ إذَا أَصَابَتهُمْ مٌّصِيْبَةٌۗ قَالُوْا إنَّا لِلّٰهِ وَإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَۗ. أُولٰۧئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوٰتٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرَحمَةٌۗ وَأُولٰۧئِكَ هُمُ الْـمُهْتَدُوْنَ

“Dan pasti Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata ”Innaa Lillahi wa inna ilaihi rojiun” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali. Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmah dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. al-Baqarah 155-157).

Dengan demikian, corona datang atas izin Allah dan kembali kepada Allah. Siapkan mental dan perilaku yang sehat dan tanamkan nilai-nilai kesabaran. Jangan panik dan janga pula cuek atas setiap ikhtiar untuk mengindari dan memutus penyebaran penyakit ini.

Yakini dalam diri bahwa Allah SWT akan memberikan skenario terbaik untuk umat manusia. Renungkan dan resapi dalam-dalam, apa saja yang dilarang dan dianjurkan selama pandemi corona ini? Apa hikmah yang didapat? Perbanyak syukur dan perkuat nilai kesabaran pada diri kita masing-masing.

Intinya adalah corona adalah wabah penyakit yang harus kita hindari. Sabar merupakan faktor penting dalam hal pencegahan penularan penyakit. Mari bersama-sama pemerintah, aparat negara, tokoh masyarakat dan kita semua termasuk jemaah masjid ini untuk melawan Covid-19. Jangan kita beranggapan bahwa masa  zona hijau atau normal baru dianggap kembali hidup bebas.

Bukan demikian, kita tetap memperketat protokol kesehatan di lingkungan terkecil yaitu RT/RW dan rumah tangga kita masing-masing.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

(syamsir-pensiunan wartawan Pos Kota Jakarta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.