POSKOTA.CO – Legenda hidup tenis lapangan Indonesia, Yayuk Basuki, secara telak mengalahkan Suryadi Gunawan (gulat) guna kembali terpilih menjadi ketua umum Indonesia Olympian Association (IOA/atlet-atlet Indonesia yang pernah bertanding di ajang olimpiade) dalam Musyawarah Nasional V IOA yang kali ini mengambil tema ‘Stronger Together’, Selasa (21/12/2021), di Le Meridien Hotel Jakarta.
Yayuk Basuki mengemas sebanyak 38 suara, sedang Suryadi mendapatkan satu suara dan satu suara lainnya abstein pada munas yang dihadiri langsung dan juga virtual oleh para olimpian. Hasil pemungutan suara tersebut langsung ditetapkan sebagai keputusan oleh Ketua Sidang Munas V IOA Anton Suseno (ketua), Emma Tahapari (atletik) dan Akbar Nasution (renang).
“Saya ucap banyak terima kasih kepada para olimpian yang tetap bertahan mengikuti munas secara langsung dan virtual sejak awal hingga berakhir,” kata Yayuk.
“Semoga saya dapat menjawab kepercayaan ini dengan dapat membawa IOA lebih besar dan lebih maju ke depannya. Mengikis anggapan jika IOA hanya dipandang duduk-duduk kongkong dari para mantan atlet, tapi saya akan berusaha lebih membesarkan IOA agar keberadaannya lebih diperhitungkan dan membawa kesejahteraan untuk anggotanya. Untuk itu saya sangat menerima masukan dan kritikan demi besar dan majunya IOA ke depan,” tambah Yayuk.
Terpilihnya Yayuk Basuki langsung mendapatkan ucapan selamat dari Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari melalui webinar. “Saya atas nama NOC Indonesia mengucapkan selamat atas terpilihnya Mbak Yayuk kembali memimpin IOA,” ucap Okto.
“Keluarga besar IOA dan NOC Indonesia secara bersama dapat terus berjuang untuk dapat menjalankan semua aktivitas olahraga di masa pandemi secara kontinyu. IOA bagian penting dari NOC Indonesia. Kita harus cetak banyak olimpian pada empat tahun ke depan di Paris,” kata Okto.
“NOC Indonesia dapat terus bekerja sama dengan IOA yang menjadi duta-duta olimpiade guna mendorong atlet Indoneia dapat lebih banyak dapat bertanding di olimpiade ke depannya,” jelas Okto.
Peran dan kehadiran organisasi IOA sangat penting bagi keolahragaan Indonesia. Bagaimana tidak, selain mampu menginspirasi para atlet muda untuk dapat meniti karier hingga berlaga di ajang olimpiade, organisasi tersebut sangat seksi, lantaran menjadi jembatan komunikasi para atlet untuk berdiplomasi terhadap dunia internasional.
IOA merupakan organisasi yang unik, meski memiliki sejumlah keterbatasan dalam kegiatannya. Akan tetapi, tugas IOA selain sebagai wadah aspirasi para olimpian, namun juga harus melakukan fungsi-fungsi diplomasi, supaya para atlet Indonesia yang tampil di olimpiade juga akan memiliki daya tawar, lantaran IOA nya aktif dalam melakukan komunikasi terhadap dunia luar.
Untuk diketahui dalam tubuh National Olympic Committee of Indonesia (NOC Indonesia), Ketua IOA merangkap sebagai Ketua Komisi Atlet, di mana jika ada hal yang merugikan atlet sudah otomatis menjadi tugasnya Komisi Atlet untuk menyelesaikannya dengan menampung semua aspirasi atlet.
Hal tersebut seperti diungkapkan Sekjen NOC Indonesia Ferry J Kono. “Sebagai contoh, beberapa waktu lalu terjadi perseteruan antara atlet dan pembinanya dari salah satu cabor, membuat prestasi mereka mandek, sehingga mereka mengadu ke Komisi Atlet NOC yang notabene ketuanya adalah ‘ex officio’ dari IOA. Jadi sangat terkait dalam hal aspirasi atlet, untuk itu Komisi Atlet NOC akan meneruskan semua keluhan ke Komisi Atlet di IOC, maupun ke Komisi Atlet di federasi internasionalnya masing-masing,” paparnya. (dk)








Komentar