oleh

Solopuccino, Ngopi Santai Murah Meriah

SOLOPOPOSKOTA.CO – Dari hanya sekadar bisnis coba-coba, kiprah Solopuccino ternyata kini membesar menjadi usaha raksasa. Begitulah usaha yang dirintis Muhhamad Asmui Kammuri.

Bermula cuma coba-coba jualan teh es berlabel ‘Jos Tea’ di pelataran masjid depan Kampus Universitas Islam Negeri Jakarta, tempat Asmui kuliah. “Dan respons pasarnya ternyata lumayan bagus,” akunya.

Lantaran mayoritas pembeli dagangannya adalah wanita, maka Asmui mencoba mengembangkan produknya lebih merata. Berkembanglah ide baru agar penyuka minuman tak cuma kaum Hawa, namun juga para pria, bahkan segala kelompok usia bisa menikmati racikannya. Diciptakanlah minuman berbasis kopi dengan label ‘Solopuccino’.

Dan ajaib. Asmui pun menunjukkan tajinya sebagai entrepreneur muda nan sukses. Dari hanya membuka sebuah gerai ala kaki lima, kini berubah 180 derajat. Gerainya meraksasa tumbuh menjadi 600 gerai dengan tipe booth.

Keberhasilan yang diraih Asmui ini berkat sistem atau konsep usaha kemitraan/waralaba yang dikembangkannya secara sistematis dan terstruktur rapi. Bahkan, kini, Asmui pun mengembangkan usahanya lebih jauh dengan membangun kedai kopi sekelas Minicafe dan Caferesto.

Solopuccino adalah salah satu item bisnis Asmui yang dipatenkan namanya tahun 2008 di Direktorat Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum & Hak Asasi Manusia.

Sejak produk unggulannya itu dipatenkan, bisnisnya kian berkibar. Dan pria jebolan Fakultas Ekonomi UIN ini akhirnya mendirikan PT Javappucino sebagai bendera besarnya. Di dalam bisnisnya, kini terpampang usaha Chicken Day dan Pizmart (piza).

Untuk kedua jenis makanan ini, Asmui memokuskannya ke lebih banyak paket bertipe Resto di lokasi Foodcourt yang gerainya telah tersebar di beberapa daerah seperti Bandung, Sumatera, Kalimantan, Riau sampai ujung Merauke, Papua.

“Baik Solopuccino, Chicken Day dan Pizmart ini telah saya waralabakan dengan variasi harga mulai dari Booth, Foodcourt Minicafe dan Cafe Resto. Untuk Solopuccino gerai Booth dipasarkan harga Rp 8 juta. Mini Cafe Rp 149 juta dan Cafe Resto seharga Rp 249 juta,” papar Asmui.

Bagi mereka yang menjadi mitra, lanjut pria kalem ini, akan ditraining, dimaintenance dengan sistem manajemen. Untuk promosi, para mitra akan tetap dibantu promo lewat konsep Online.

Bahkan setiap enam bulan, mitra akan dievaluasi perkembangan usahanya. Jika ada yg mengalami penurunan omzet, Asmui bersama tim manajemennya akan mengkaji dan membinanya lagi hingga bisa sukses.

Sadar akan adanya kompetitor baru yang bermunculan, Asmui yang mengaku tak mewarisi darah bisnis baik dari orang tua maupun keluarga, itu senantiasa melakukan inovasi menu untuk menghindari kejenuhan para customer dengan menu yang ada.

Dia selalu memberikan support pada pebisnis pemula agar jangan takut mewujudkan mimpi, “Mulailah sesuatu dari hobi dan berani bereksperimen,” ujar pengusaha yang pernah dinobatkan sebagai Juara I Pemenang Wirausaha kategori Tata Boga (2010) dan beberapa penghargaan lainnya. (Hakim Moesthaf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *