oleh

Sop Durian, Rasanya Hmmm, Segar Menantang

SOLO1POSKOTA.CO – Menyebut nama Durian, kita langsung kebayang aromanya yang khas, mengundang selera. Kini, buah durian tidak cuma disantap begitu saja, tapi di tangan seorang ahli kuliner, buah mewah ini bisa diolah menjadi kudapan yang nikmat dan lezat.

Adalah Muhammad Marwan Hadid. Pria belia 21 tahun ini mampu menciptakan kuliner durian dengan berbagai varian rasa, seperti Sop Durian, Pancake Durian, Ketan Durian dan masih banyak lagi.

Sejak usia 19 tahun, lelaki kelahiran Jakarta ini sudah mahir berbisnis kuliner. Di tahun 2012, di kawasan Sawangan, dia sudah mulai membuka usaha mie ayam, siomay dan sop durian bertajuk “Warung Emak”.

Karena belum mengerti strategi bisnis, usaha tersebut hanya bertahan 2.5 bulan. “Modal amblas, ” kenang Marwan. Tapi dia justru merasa tertantang lagi. Ini kali, sebelum membuka usaha, ia melakukan observasi pasar terlebih dahulu, misalnya tentang produk mayoritas apa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau dan lokasi yang strategis, terutama bagaimana menu yang disajikan bisa disukai banyak orang.

Berkat tekad dan keinginannya yang begitu kuat untuk mengembangkan kembali Sop Durian, Marwan pun ‘ketiban durian runtuh’, berjumpa dengan patner bisnis bernama Ihsanur yang dikenalnya sebagai ahli Pangan, yang kelak membawanya sukses.

Melalui proses riset bahan baku hingga belajar manajemen bisnis selama lima bulan, barulah pada bulan Oktober 2012, keduanya siap melaunching Sop Durian dengan nama brand ‘DURIO’. Kini, Sop Durio benar-benar siap menjadi menu andalan di tengah maraknya kuliner di Jakarta.
Variasi Rasa
Sop Durian ‘DURIO’ tampil dengan variasi rasa Strawbery, Keju, Choco Chip, Jelly, Brownis dan ketan. Harga per gelas dijual antara Rp 10.000 – 15.000. Untuk Pancake Durian seharga Rp 13.000/pcs. Durian Pancake ‘DURIO’ ini luar biasa rasanya, karena buah duriannya utuh satu biji durian dibalut Pancake.

Nah, siapa nyana, meski tergolong pemain pemula, resto ‘DURIO’ yang bertengger di Jalan Angin Mamiri Depok 2, Jawa Barat, pangsa pasarnya telah merambah ke daerah-daerah lain di sekitarnya. Mau tahu pemasukannya? Menurut Marwan, setiap harinya omzet yang diraih bisa mencapai Rp 3 hingga 5 juta. Fantastis.

Sejak tahun 2013, Marwan telah mewaralabakan DURIO dengan variasi harga mulai Rp 15 juta untuk paket minibooth dan 50 juta (tipe Booth besar). Atau jika hanya Reseller Pancakenya saja hanya dengan bermodal awal Rp 1.2 juta, sudah bisa berjualan Pancake Durio.

Tawaran bisnis yang menggiurkan dengan embel-embel BEP (Break Event Point) lebih cepat, beramai-ramailah para investor memburu brand ini. Kini, jumlah gerainya sudah menyebar sekitar lebih 100 gerai di beberapa daerah berkat sistem waralaba atau kemitraan yang dikembangkan tim manajemennya.

Selai dan Kopi Durian
Ke depan, Marwan sedang merancang inovasi menu baru, yakni Kebab Durian, Risol Durian, Selai Durian dan Kopi Durian. Khusus Selai Durian akan diproduksi secara massal untuk pasar supermarket.

“Ini adalah salah satu bentuk inovasi kami agar konsumen terus tetap mencintai Durian, khsusunya kuliner khas Indonesia.” jelasnya.

Bagi Marwan, tumbuh menjamurnya kuliner-kuliner baru bukanlah sebagai kompetitor, tapi justru semakin menghidupkan kuliner Indonesia, semakin menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. “Jangan berpikir mereka adalah pesaing, kita harus berpikir maju ke depan, bagaimana mengembangkan inovasi menu baru, karena rezeki, usaha, sudah Allah yang atur,” paparnya. (Hakim Moesthaf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *