POSKOTA.CO – Tokoh lintas agama di Kota Surabaya menyerukan perdamaian antara dua tim pasangan capres dan cawapres pascapelaksanaan Pemilihan Presiden pada 9 Juli lalu.
Kepala Bakesbangpolinmas Pemkot Surabaya Sumarno, Minggu malam mengatakan suksesnya penyelenggaraan pemilihan legislatif pada beberapa bulan yang lalu merupakan bentuk nyata betapa dewasanya warga Kota Surabaya. Begitu juga, pihaknya berharap pada pascapilpres kali ini.
“Mereka sadar bahwa menjaga persaudaraan dan keamanan, yakni untuk menjaga stabilitas nasional,” kata Sumarno saat menyampaikan pernyataan sikap bersama tokoh lintas agama di kediaman Wali Kota Surabaya.
Menurut dia, agar keamanan tersebut tetap terjaga dalam menunggu hasil penghitungan suara Pilpres 2014 dari KPU, maka tokoh lintas agama memberikan pernyataan bersama sebagai sikap mendukung dan menjaga kondusivitas Kota Pahlawan selama penghitungan suara berlangsung.
Sumarno mengatakan bahwa sampai saat ini suasana Kota Surabaya sangat kondusif. Walaupun, berbeda pendapat warga tetap hidup damai di lingkungan mereka masing-masing.
Masyarakat Surabaya diimbau jangan sampai termakan isu-isu yang menambah keruh suasana sehingga menodai kondusivitas yang telah lama dijaga bersama-sama.
“Kita berharap tokoh lintas agama ini bisa memberikan contoh sehingga tetap menjaga kesejukan di Kota Surabaya. Jika menemukan adanya indikasi kegiatan anarkis hendaknya melaporkan kepada pihak berwajib. Supaya segera ditangani secara hukum, jangan pernah melakukan tindakan main hukum sendiri karena hal itu akan menambah keruh suasana,” ujarnya.
Pemkot Surabaya akan semaksimal mungkin menjaga kondusivitas Kota Surabaya. Tentunya, Pemkot tidak bisa berjalan sendiri, maka itu seluruh elemen masyarakat termasuk tokoh agama, kepolisian, serta eleman lainnya diminta untuk kerja samanya dalam menjaga Surabaya dari segala tindakan yang merugikan kepentingan bangsa dan negara.
“Segala problematika di Surabaya hendaknya diserahklan kepada yang berwenang. Seperti keamanan, kecurangan pilpres serahkan ke pihak yang berwenang,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Surabaya Chalimi menjelaskan latar belakang pertemuan ini yakni untuk membentengi kerukunan dan persaudaraan antar umat beragama di Surabaya yang sudah terjalin begitu baik.
“Kondisi seperti ini memang diperlukan kewaspadaan. Agar tidak ada ruang bagi kelompok maupun orang yang mengambil kesempatan untuk menambah keruh suasana,” katanya.
Ia berpesan jangan sampai kerusuhan terjadi di Kota Pahlawan. Selama ini, warga Surabaya dikenal dewasa, toleransi tinggi, saling menghargai dan menghormati menyikapi persoalan yang rawan menimbulkan konflik.
Isi seruan bersama yang disampaikan tokoh lintas agama, di antaranya, pertama, senantiasa menjaga persaudaraan, kerukunan dan keamnanan, khususnya di Kota Surabaya.
Kedua, eforia politik dalam pemilihan presiden hendaknya bisa dikendalikan oleh masing-masing pendukung calon presiden sehingga, kondusivitas Kota Surabaya tetap terjaga. Ketiga, para elit dan pimpinan masyarakat, bersama tokoh-tokoh lintas agama tetap mengedepankan kerukunan, kebersamaan, persaudaraan sebagai bangsa, dalam menyikapi hasil Pilpres 2014.
Keempat, bersamaan dengan situasi yang berkembang di Palestina saat ini, tokoh lintas agama melakukan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar masalah di negara Pelestina segera mendapatkan penyelesaian secara damai.







Komentar