oleh

SORGA DAN NERAKA DALAM SEPAKBOLA —–dann Julian

bola-piala-dunia-2014 aPOSKOTA.CO – Sepakbola adalah olahraga paling banyak digemari di dunia, tak mengherankan sepakbola banyak mempengaruhi perilaku manusia. Coba saja perhatikan usai Piala Dunia Brazil 2014 nanti.

Bisa dipastikan ada orang yang bunuh diri lantaran negaranya tersingkir atau gagal menjadi juara, itu sering terjadi. Dan hal itu menjadi lumrah. Apakah orang yang bunuh diri lantaran sepakbola pasti masuk neraka, hanya Tuhan yang tahu.

Tak ayal, dalam sepakbola antara sorga dan negara sering dibawa-bawa. Dalam Piala Dunia 2014 ini, pelatih Uruguay, Oscar Tabarez, mengatakan, melawan Italia adalah laga spesial bahkan seperti anugerah dari sorga. Hal itu diungkapkan sebelum laga melawan Italia.

Entahlah, apakah Oscar Tabarez memang hendak meremehkan Italia atau justru mau belajar sepakbola dari Italia, yang jelas saat itu Uruguay dan Italia sama-sama mengumpulkan poin sama, tiga angka. Namun, hasil imbang sudah cukup buat Italia lolos ke babak 16 besar, sementara Uruguay wajib menang.

Sorga memang akhirnya datang ke tim Uruguay, dengan melibas Italia 1- 0. Namun kata orang bijak, ada sorga juga ada neraka. Hanya saja, disini beda. Kalau di kitab suci dijelaskan hampir setiap orang masuk neraka terlebih dulu, baru masuk sorga setelah menjalani hukuman.

Tapi disini Uruguay masuk sorga dulu, baru masuk neraka.  Karena dalam laga yang dimenangkan Uruguay itu tersimpan insiden menggelikan, striker Luis Suarez menggit bahu bek Italia, Giorgio Chiellini. Apa Suarez ini titisan dracula, yang disebut-sebut penghuni neraka abadi, entahlah, hanya Tuhan yang tahu.

Yang jelas, karena gigitan itu Surez, ia dilarang main dalam 4 bulan ke depan, dan denda sebesar denda 66.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,4 miliar.  Oscar Tabarez jelas sedih.

Laga hidup mati berikutnya lawan Columbia yang tangguh. Uruguay sangat membutuhkan Surez, tapi apa mau dikata? Maka neraka-lah yang didapat Uruguay. Tanpa Suarez, Uruguay dipaksa angkat koper dan mudik, menyerah dari Columbia dengan skor 2 – 0.

Masih ada sorga lain di Piala Dunia 2014.  Setelah mengalahkan Chile, pelatih Brazil, Luis Felipe Scolari mengatakan, timnya hanya berjarak tiga pertandingan dari sorga. Sorga yang dimaksud Scolari adalah laga final Piala Dunia 2014 yang akan digelar di Maracana dan menjadi juara di negeri sendiri.

Padahal masih tiga pertandingan untuk mencapai sorga, dan segala sesuatu bisa terjadi.  “Kami menegaskan bahwa kami harus juara, janji harus dipenuhi. Itulah yang dilakukan pemain Brazil agar masuk sorga,” ujar Scolari, jumawa.  Dalam undian grup Piala Dunia 2014 ada juga grup neraka dan sorga.

Hasil undian FIFA melahirkan beberapa grup yang disebut ‘neraka’. Di antaranya Grup B dimana ada Spanyol yang menyandang juara bertahan Piala Dunia dan Piala Eropa.

Siapapun yang ada di grup ini, harus hati-hati karena ada raksasa Spanyol, bisa menjadi neraka bagi lawan Spanyol, begitu pers rata-rata menulis sesaat setelah undian dilakukan FIFA di Costa do Sauipe Resort, Mata de Sao Joao, Bahia, Desember 2013 lalu.

Namun apa lacur? Spanyol angkat koper lebih cepat hanya dalam fase penyisihan grup. Setelah hanya menang sekali dan dua kali kalah, Spanyol mudik. Rupanya nerakanya ada di Spanyol sendiri.

Demikian juga di Grup D yang mempertemukan tiga kekuatan raksasa sepakbola, yakni Italia, Uruguay, Inggris, dan underdog Costa Rica yang dilihat sebelah mata.  Nyatanya Costa Rica yang lolos sampai keperempat final. Sementara kekuatan yang digembar-gemborkan hebat, Italia, Uruguay dan Inggris sudah masuk ‘neraka’ alias tersingkir.

Tapi ada pula yang menghuni ‘grup sorga’, yakni Grup F, yang dihuni tim-tim Argentina, Bosnia, Iran, dan Nigeria (kebetulan tiga negara ini banyak berpenduduk Islam). Dan memang Argentina marasakan nikmatnya masuk ‘sorga’ –paling tidak sementara. Argentina didampingi Nigeria yang lolos dari fase grup.

Tapi ada pemain yang mengharapkan sorga dalam arti sebenarnya. Federasi sepakbol;a Perancis sempat pusing ketika para pemainnya yang kebanyakan moslem meminta koki yang dibawa negaranya harus koki beragama Islam.

Mereka tak mau mengonsumsi makanan tak halal. Itu artinya mereka mengharapkan sorga dalam arti sebenarnya.  Bahkan dikabarkan banyak pemain moslem yang kekeh menjalankan puasa selama menjalani laga Piala Dunia 2014, itu artinya mereka mengharap sorga yang sebenarnya.

Termasuk para pemain Perancis dan Nigeria yang banyak dihuni pemain-pemain moslem, dan mereka harus berhadapan dalam babak hidup mati 16 besar. Sama-sama puasa, kita lihat siapa yang masuk sorga?

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *