Diana tak bisa ingkar
Dada itu bergetar
Kenangan indah itu muncul
Tanpa ia bisa membendung

POSKOTA.CO – Bapak tua pengemudi becak yang ditumpangi Diana rasanya sangat lamban menggenjot becaknya. Posisi becak sudah sampai di perempatan jalan. Jika belok kanan ke arah Mantrijeron atau Jl Panjaitan dan jika belok kiri menuju Alun-alun Selatan. Ada Toko Maga di pojok jalan itu, Becak sudah berbelok ke kiri menuju Pasar Gading.
Tinggal beberapa puluh meter lagi rumah Mas Bayu, ada terselip sejengkal asa disana. Diana ingin melihat kelebat bayangan orang yang pernah berlabuh di hatinya. Sekelebat saja ya Allah pinta Diana dalam lirih doanya.
” Pak kalau sampai di Kumendaman pelan-pelan saja ya”
Ketika sampai di gang Kumendaman. Ketika Diana belum sempat menoleh. Ketika pikiran dan hatinya berebut perhatian, ada sepeda motor melaju pelan. Begitu dekatnya jarak dirinya dengan sepeda motor tersebut!
” Mas Bayu….Mas Bayu…”
Refleks Diana memanggil, bentuk punggung dan motor itu tak mungkin Diana lupa. Itu bukan bayangan, itu bukan fatamorgana dan itu bukan ilusi. Yang melintas di depannya adalah Mas Bayu.
Sempat Mas Bayu menengok sejenak, mencari asal suara. Tidak yakin dengan panggilan dan suaranya Bayu mengencangkan gas sepeda motornya menuju arah Alun-alun Selatan. Pagi masih lengang dan sepeda mitor itu bebas melaju dengan kecepatan tinggi.
Sekuat dan secepat apapun tukang becak tak bisa mengejar sepeda motor Mas Bayu. Diana juga sudah tak ingin berteriak lagi untuk memanggil. Jika ada waktu atau ia memperpanjang kunjungannya ke Yogya, ia akan berkunjung ke rumah Mas Bayu. Itu janjinya pada diri sendiri.
Becak sudah sampai di Rumah Eyang Praja di Gamelan Lor. Rumah yang asri dan cantik dengan dua pohon kecik kembar di depan rumah. Diana suka dengan penataan rumah eyangnya. Sederhana namun nyaman dan bikin betah yang menghuni.
Eyang Praja dan Mak Dewi menghambur keluar rumah begitu melihat becak Diana tiba di depan rumah. Mereka kangen dan saling berpelukan ketika Diana turun dari Becak. Mbak Dewi mengalah kepada ibunya dan membiaran ibunya memeluk Diana terlebih dahulu. ” Eyang kangen kamu woek, kamu tambah putih bersih dan tambah cantik” (Bersambung WITA LEXIA )







Komentar