POSKOTA.CO – Diana mengangguk sewaktu Bayu menanyakan, apakah ini ciuman pertama baginya. Nikmatnya, hangatnya dan basah bibir Mas Bayu merupakan pengalaman yang menggetarkan sanubari Diana. Tetapi dalam waktu yang bersamaan ada ingatan buruk yang muncul tanpa Diana bisa membendungnya!
” Iya Mas….ini yang pertama dan terindah untuk Diana” ” Kenapa tiba-tiba kamu melepaskan ciuman Ku Diana? Apakah ciuman Ku tidak nikmat?”
” Saya menikmati ciuman itu mas tetapi saya kaget karena kejadian ini tidak saya duga serta begitu cepat!”
Diana mencoba memberi alasan dan menjelaskan kenapa ia tiba-tiba melepaskan kuluman Bayu. Ia tidak mau kekasihnya tersinggung. Jantungnya yang berdegub kencang itu memang antara merasakan sebuah kenikmatan yang bercampur dengan sebuah kenangan buruk di masa kecilnya. Sebuah kenangan ketika ia berumur 9 tahun dan duduk di bangku Sekokah Dasar kelas 3 di Marsudirini.
Siang itu di rumah sepi ketika adik ibu sambungnya datang. Kebetulan Om Bambang datang ke rumahnya ketika bapak ibu serta adik-adiknya pergi jalan-jalan entah kemana. Pintu Ia buka ketika Om Bambang mengetuk pintu rumah. Sesuai dengan pesan ibu sambungnya, Diana kecil harus melongok dari jendela terlebih dahulu sebelum membukakan pintu rumah jika ada orang mengetuk pintu.
Diana kecil sudah terbiasa tidak diajak bepergian dan harus bertugas menjaga rumah. Diana tidak berusaha merengek atau merajuk, Ia menurut karena memang tidak punya pilihan lain. Ia harus berada di dalam rumah dan tidak boleh bermain bersama-sama temannya. Betapa senang hati Diana ketika mengetahui Om Bambang yang datang. Itu artinya ia mempunyai teman untuk menjaga rumah. “Sebentar Om….aku bukain pintunya”
Diana kecil membuka kunci dengan memutar ke kanan dua kali. Sedang selot pintu yang berada diatas harus ia buka dengan menaiki kursi bundar dari kayu jati yang memang disediakan di ruang tamu tersebut. Om Bambang langsung masuk ketika pintu sudah terbuka, ia mampir ke rumah kakaknya karena ingin mengabarkan tentang tantenya yang sakit dan di rawat di RS Panti Rapih. Kebetulan hari ini hari Jumat sehingga Ia pulang cepat.
Menggelendot manja adalah kebiasaan Diana kecil kepada Om Bambang. Ia sering meminta uang kepada Omnya untuk membeli es mambo yang dijual keliling kampung di siang hari. Hanya Omnya yang ini yang sangat baik dan mau mendengar rengekan Diana kecil. Itu yang ada di benak dan pikir sederhananya.
Ia tidak malu ketika Omnya duduk di ruang tamu, Diana minta pangku sambil ingin bermanja-manja. Om Bambang juga sering memeluk-meluknya dan menciumi pipinya. Kadang Omnya ini mengecup bibirnya sambil memeluknya dengan erat. Pernah satu kali Om Bambang memeluknya sambil meraba dadanya yang masih datar….
Adik ibu sambungnya siang itu mengajaknya ke kamar tidur. Ia berjanji akan memberi uang 5 ratus rupiah kalau Diana mau mijatnya. Omnya juga minta diinjak-injak punggungnya karena lelah katanya. Diana kecil merasa senang karena uang 500 rupiah itu bisa untuk beli sepatu sekolah.
Makanya ia antusias dengan suruhan memijat Om Bambang. Uang lima ratus rupiah belum pernah ia pegang sebelumnya
Tiba-tiba Omnya meminta Diana kecil buka baju dan celana dalamnya! (Bersambung….)







Komentar