oleh

KECELAKAAN TRUK DENGAN MOTOR, DUA ORANG MENINGGAL

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Kecelakaan yang melibatkan dua truk dan dua buah sepeda motor di Jalan Semarang-Demak kilometer 10 Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengakibatkan dua orang pengendara sepeda motor meninggal dunia.

Menurut Kasat Lantas Polres Demak, AKP Ardianto, ditemui di lokasi kecelakaan, di Demak, Jumat, peristiwa kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan bermotor itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB.

Kecelakaan terjadi, katanya, berawal ketika sebuah truk molen bernopol W 8062 UY hendak berbelok ke kanan menuju Kantor PT Varia Usaha Beton di Jalan Semarang-Demak kilometer 10.

Tiba-tiba, kata dia, dari arah belakang atau dari arah Semarang muncul truk fuso bermuatan pasir bernopol B 9448 UYX yang dikemudikan Rusli asal Bogor.

Kecelakaan akhirnya tak terhindarkan hingga mengakibatkan truk molen yang dikemudikan Agung itu terperosok masuk ke selokan tepat di depan Kantor PT Varia Usaha Beton. Sementara truk bermuatan pasir ikut berbelok ke kanan dan menabrak sebuah warung makan hingga rusak parah.

Pada saat bersamaan dari arah Kudus muncul dua kendaraan bermotor honda spaci bernopol K 5504 BG yang dikemudikan Wahyudi asal Pucakwangi, Pati berboncengan dengan Darmi serta sebuah motor honda vario yang belum diketahui nopolnya dikendarai Jasmani berboncengan dengan Jarmi.

Akibat kecelakaan tersebut, dua orang pengendara dan pembonceng sepeda motor meninggal dunia, yakni Jasmani dan Jarmi.

Sementara Wahyudi dan Darmi hanya mengalami luka-luka, demikian halnya sopir truk juga mengalami luka serius sedangkan sopir truk molen hanya luka ringan.

Korban kecelakaan, yakni Wahyudi, Darmi, dan Rusli kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang, sedangkan korban meninggal Jarmi saat ini masih berada di kamar mayat RSI Sultan Agung Semarang.

Sementara korban meninggal satunya yang bernama Jasmani dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga Demak. Rusli, sopir truk fuso mengakui, saat itu tidak dalam kondisi mengantuk. “Hanya saja, saya tidak melihat ada kendaraan truk molen yang hendak berbelok karena tidak ada lampu penunjuk hendak berbelok ke kanan,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, kondisi jalan setempat juga tidak ada penerangan yang cukup sehingga ketika sudah mendekati truk molen tersebut tidak bisa menghindari tabrakan. Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas dari arah Kudus ke Semarang mengalami kemacetan hingga empat kilometer lebih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *