oleh

KAPOLRES DAMAIKAN KONFLIK WARTAWAN DAN SATPOL PP

KAPOLRES DAMAIKAN WARTAWAN
KAPOLRES DAMAIKAN WARTAWAN

POSKOTA.CO – Setelah terjadi perseteruan ketika penghalangan liputan KPK periksa Pedopo Bupati Bogor di Cibibinong. Wartawan Bogor pun angkat penghalangan kerja jurnalistik mereka ke polisi.

Pembuatan Laporan Polisi terhadap Satpol PP karena puncak akumulasi kekesalan wartawan terhadap orogansi satpol PP.

Namun, Kapolres Bogor AKBP Sonny, mengambil jalan tengah untuk mendamaikan perseteruan itu dengan mebuat tim islah yang langsung dipimpin Kapolres Bogor AKPB Sonny.

Tim jajaran Polres Bogor damaikan wartawan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor. Hal itu terkait adanya bentrokan yang terjadi antara wartawan dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rekonstruksi penangkapan tersangka Bupati Bogor Rachmat Yasin pada Rabu (11/6) lalu.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor Tb Luthfie Syam mengungkapkan, dirinya meminta maaf dan kedinasan atas apa yang telah dilakukan anggotanya yang telah menghalangi para wartawan dalam tugas peliputan di gedung Pendopo.

“Ini hanya kesalahpahaman saja, tidak ada sedikit pun niat untuk menghalangi tugas wartawan saat meliput untuk mendapatkan informasi. Saya dengan ini meminta maaf yang sebesarnya.

Kami yakini, hal seperti ini tak akan terulang kembali. Karena saat ini kami paham dengan tugas dan posisi para jurnalis,” ujar Luthfie saat mediasi di aula Divia Citra Polres Bogor, kemarin.

Sementara itu, wartawan MNC TV sekaligus pelapor, Wildan mengatakan, dirinya akan mencabut berkas laporan yang telah disampaikan terhadap pihak Polres Bogor. Ia mengaku laporan tersebut dilakukan lantaran saat itu dirinya kesal dan marah karena anggota Satpol PP yang telah menghadang sejumlah wartawan untuk melakukan peliputan.

Dengan alasan KPK meginstruksikan Satpol PP untuk melarang wartawan masuk ke halaman Pendopo. “Saya serta forum menyadari demi menjaga tali silaturahmi dan kerjasama yang sebelumnya terjalin baik. Oleh karena itu, kami sepakat untuk damai (Islah),” ujar Wildan.

Di tempat yang sama, AKBP Sonny Mulvianto menuturkan, dari hasil evaluasi masalah tersebut dipicu karena adanya kesalahpahaman, di mana ada saluran komunikasi yang terhambat antara pihak Satpol PP dengan para wartawan. Pada prinsipnya kedua belah pihak sama-sama menyadari dan langkah akhirnya jalan damai dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

“Dengan pertemuan ini tentunya dapat mempererat tali silaturahmi dan kerjasama antara kedua belah pihak. Terlebih dua minggu lagi akan memasuki bulan suci Ramadan, sudah sepatutnya saling memaafkan,” imbuh Sonny.(hais)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *