oleh

JOKOWI : PERLU PENAMBAHAN RIBUAN PENYIDIK KPK

Ilustrasi
Ilustrasi

POSKOTA.CO – Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi masih membutuhkan ribuan penyidik dalam melakukan tugas untuk memerangi korupsi.

“Saya kira ribuan (penyidik, red.) lah perlu ditambahkan agar kekuatan KPK betul-betul sebagai institusi yang betul-betul begitu kuat karena di depan, kami sudah menyampaikan kami sangat menghargai dan mengapresiasi apa yang sudah dikerjakan KPK selama ini,” kata Jokowi setelah klarifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di gedung KPK di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan penguatan KPK tersebut dibutuhkan apalagi karena potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Kami Jokowi-JK sangat mengapresiasi KPK selama ini, yang kedua kami ingin menyampaikan mengenai dukungan kami kepada KPK ke depan. Ke depan KPK ini perlu diperkuat, anggaran perlu ditambah, kalau ekonomi kita bagus bisa sampai meloncatnya mungkin perkiraan saya kurang lebih bisa 10 kali lipat,” kata Jokowi.

Penguatan KPK itu, katanya, juga diperlukan untuk mengantisipasi sejumlah kebocoran anggaran di Indonesia. Pada Rabu (25/6), pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa telah melakukan verifikasi laporan harta kekayaan mereka ke KPK.

Kedua pasangan kandidat tersebut diterima oleh tiga pimpinan KPK, yaitu Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Adnan Pandu Praja, selanjutnya mereka melakukan klarifikasi kepada tiga tim LHKPN KPK.

Mereka juga diberikan makan siang berupa nasi dalam kotak oleh KPK. Berdasarkan LHKPN milik Jokowi pada 2010, harta miliki Gubernur DKI Jakarta tersebut pada 28 Februari 2010 berjumlah Rp18,47 miliar dan 9.483 dolar AS.

Pasangannya, Jusuf Kalla, berdasarkan laporan per 16 November 2009 adalah Rp314,51 miliar dan 25.718 dolar AS.

Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto selaku mantan Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI terakhir melaporkan LHKPN-nya pada 23 Juli 2003, yaitu sebesar Rp10,65 miliar dan 4.216 dolar AS.

Tapi Prabowo saat menjadi calon wakil presiden mendampingi Megawati Soekarnoputri tertanggal 18 Mei 2009, hartanya bernilai Rp1,57 triliun dan 7,5 juta dolar AS. Perinciannya, bagian terbesar bersumber dari surat berharga yang nilainya Rp1,5 triliun.

Harta mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tercatat senilai Rp16,95 miliar dan 56.936 dolar AS, berdasarkan laporan pada 27 Juli 2012.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *