oleh

Gubernur Riau: Saya Merasa Diperas

mamunPOSKOTA.CO- Gubernur Riau Annas Maamun mengaku, dirinya merasa diperas oleh Wide Wirawaty alias WW. Karena menolak untuk memberikan uang Rp 3 miliar yang dipinta oleh putri mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah(DPD), Riau, Soemardhi Thaher tersebut.

Karena tidak diberi uang yang dimintanya Wide Wirawaty melaporkan mantan Bupati Rokhan Hilir tersebut ke Bareskrim Polri, dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual. ” Saya merasa diperas,” kata Annas Maamun yang didampingi kuasa hukumnya Evanora SH kepada wartawan di Hotel Sultan, Kamis(11/9).

Annas Maamun membantah tuduhan Wide Wirawaty tersebut. Bahkan, Annas Maamun melapor balik Wide Wirawaty ke Bareskrim Polri.Dalam laporan polisi yang tercatat Nomor LP/797/VIII/2014/Bareskrim tertanggal 11 September 2014. ” WW dianggap telah melakukan fitnah, pencamaran nama baik dan pemerasan.

Makanya saya melaporkan WW ke Mabes Polri,” ujar Annas Maamun.Annas Maamun mengatakan, dirinya tidak mengenal dengan Wide Wirawaty. Annas mengaku,sejak sebulan Annas menjabat Gubernur Riau,Wide Wirawaty selalu mengirimkan pesan melalui SMS untuk ketemuan.

Namun, SMS tersebut diabaikannya lantaran kesibukan Annas sebagai gubernur.Hingga akhirnya, Annas menerima Wide Wirawaty di kantornya. Dalam pertemuan itu, Wide Wirawaty mengaku putri Soemardhi Thaher mengajukan proposal tentang yayasan pendidikan dan bahasa asing yang dikelolanya.n

Namun, Annas tidak memberikan uang apa yang diminta Wide Wirawaty.” Saya tidak berikan uang.Tetapi, gedung yang nantinya bisa digunakan,” tutur Annas. Annas melanjutkan, pertemuan-pertemuan kembali berlanjut, hingga di rumah miliknya di Jalan Belimbing, Riau.

Disitulah, Wide Wirawaty meminta kepada Annas untuk berpegian ke Jakarta, namun, ajakan tersebut ditolaknya.Sebelum pulang, Wide Wirawaty sempat memegang tangan Annas.Bagi Annas, pegang tangan sudah hal biasa, dan dirinya bukan yang memegang, akan tetapi Wide Wirawatylah yang memegang tangan Annas.

” Wide Wirawaty meminta uang Rp 3 miliar kepada saya dengan mengatakan diluar sudah banyak wartawan dan LSM. Kalau tidak memberikan uang, berita pelecehan seksual akan muncul,” ungkap Annas.

Annas juga merasa marah kepada Soemardhi Thaher.Meski Annas sempat menjadi guru, dan mengenal baik dengan Soemardhi Thaher sebagai tokoh pendidikan di Riau. Annas mengaku, tidak akan berkawan kembali dengan Soemardhi Thaher.(sapuji)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *