oleh

AHOK TERTAWA GELI DENGER USULAN WAKIL RAKYAT DIPILIH DPRD

AHOKPOSKOTA.CO – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, yang akrab disapa Ahok, tertawa geli mendengar gagasan pemilihan Kepala Daerah tidak lagi berdasarkan pemilihan langsung oleh rakyat, namun cukup dipilih oleh DPRD, seperti tradisi dahulu.

“Yang ngusulin itu hanya orang-orang yang tidak punya jiwa rakyat, tapi diotaknya yang terpikir cuma duit…duitt,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (8/9).

Revisi UU Pemilihan Kepala Daerah itu justru akan membuat kepala daerah menghamba kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang memilihnya, bukannya melayani rakyat yang menjadi konstituennya.

“Tiap hari nanti pikirin gimana duit APBD dipakai service anggota DPRD buat main golf, makan di restoran, macam-macam. Karena yang menentukan dia terpilih atau tidak itu kan hanya sekelompok orang di DPRD saja. Dia cuma pikirnya DPRD mesti gua baik-baikin nih. Bila perlu gua gaji tiap bulan. Rakyat mengomel, dia enggak mau pusing,” katanya.

Tak hanya itu, Ahok juga mengkhawatirkan nantinya hanya partai-partai yang mendominasi dewan saja yang mempunyai kuasa lebih untuk bisa menentukan pemimpin suatu daerah. Dengan begitu, otomatis calon kepala daerah berkualitas yang tidak diusung oleh partai politik yang mendominasi tidak akan bisa maju untuk menjadi pemimpin.

“Sekarang kamu tanya, rakyat merasa diwakili DPRD enggak? Kalau pakai sistem pemilihan lewat DPRD mungkin saya enggak menang jadi Bupati di Belitung. Dulu saya hanya didukung oleh 10 kursi melawan fraksi Bulan Bintang yang memiliki 55 persen lebih kursi. Kalau begitu merem juga tahu kalau dari Bulan Bintang akan jadi Bupati,” ujarnya.

Ahok menekankan pentingnya tetap menjalankan mekanisme pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat. Hal ini menurutnya agar tujuan reformasi Indonesia juga tidak terkhianati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *