oleh

Ustadz Abdul Rozak, S.Ag: Seorang Muslim Punya Uang Rp 5 Juta Sangat Dianjurkan Berkurban pada Idul Adha

POSKOTA.CO – Idul Adha tahun hijriyah 1443 jatuh pada hari tanggal 9 Juli 2022. Bagi muslim yang tergolong mampu sangat disunahkan untuk berkurban, minimal memotong seekor kambing dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.

Hal itu disampaikan Ustadz Abdul Rozak, S.Ag saat memberikan tausyiah Subuh dengan tema Hikmah di Balik Ibadah Kurban, di Masjid Baiturahim Angkasa, Jl Mokmer I RW 07 Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (25/6). Pengertian mampu bukan berarti kaya. Berdasar Mazhab Syafii, orang disebu mampu jika pada hari raya Idul Adha memiliki uang sekitar Rp 5 juta.

“Jika kepala keluarga punya Rp 5 juta, sangat disunahkan untuk potong kambing atau ikut patungan sebanyak 7 orang untuk berkurban sapi,” ujar Ustadz Abdul di hadapan 80-an jemaah Salat Subuh. Rinciannya adalah, dalam satu keluarga jika punya uang untuk kebutuhan makan minum selama 4 hari atau Rp 500 ribu dikalikan empat menjadi Rp 2 juta dan mampu membeli kambing sekitar Rp 3 juta sangat diutamakan untuk berkurban mengikuti ajaran Nabi Ibrahim AS. “Kenapa harus 4 hari? Karena itu merupakan hari perayaan Idul Adha,” sambungnya.

Kalau berdasar Mazhab Maliki disebutkan bahwa standar mampu berqurban adalah jika seseorang punya kelebihan harta 30 dinar, atau setara Rp 60 juta. Adapun hadits Nabi SAW bahwa memang orang yang mampu itu bukan orang yang kaya, akan tetapi orang mampu itu adalah orang yang cukup. Dari Suhail bin al-Handzalah, Nabi SAW bersabda: Siapa yang meminta-minta padahal dia punya sesuatu yang cukup, sesungguhnya dia sedang mengumpulkan api neraka. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasul, siapa yang mampu/cukup itu?, beliau menjawab: ‘Yang punya kecukupan untuk sehari dan semalam’. (HR Abu Daud).

Artinya dari dasar-dasar tersebut, seseorang bisa mengukur kemampuannya sendiri untuk berkurban. “Memang umat muslim tidak diwajibkan berkurban, tapi kegiatan ini sebagai sunah muakad yaitu sunah yang sangat dianjurkan,” jelas Ustadz Abdul Rozak. Kegiatan berkurban ini sangat banyak manfaatnya antara lain kaum mustahik dapat menikmati makanan daging yang lezat bergizi dan memberdayakan peternak hewan yang umumnya di pedesaan. Adapun terobosan baru yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) sejak era pandemi Covid-19, yaitu membuka kanal aplikasi berkurban secara online dan mengolah daging menjadi rendang lalu dikemas dalam kaleng sehingga lebih awet dan higienis. (eli)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.