oleh

Saudara Kandung adalah Orang Penting dalam Hidupmu

POSKOTA.CO – Memiliki saudara kandung, entah itu kakak atau adik, bukanlah sebuah kebetulan. Kehadiran saudara kandung, akan memberikan banyak sekali warna dalam hidup kita, baik ketika kita masih kecil maupun saat sudah dewasa.

Dan alangkah lebih manis lagi, ketika kita bisa menua bersama mereka dan mencapai kebahagiaan bersama. Mencapai tujuan ini, perlu adanya hubungan yang sehat dengan saudara kandung.

Dalam artikel di situs Psychologytoday.com, penulis menemukan ada tiga alasan, perlunya keharmonisan diantara saudara kandung.

Pertama, sahabat mungkin datang dan pergi silih berganti, namun saudara kandung adalah sahabat yang tidak akan pergi.
Hubungan bersaudara dapat dikatakan sebagai salah satu hubungan terpanjang yang dapat dimiliki manusia.

Yang kedua, hubungan saudara tidak dibuat-buat dan selalu apa adanya. Karena kita bertumbuh bersama mereka, dengan orangtua, kenangan, dan pengalaman yang sama.

Lalu alasan ketiga, hubungan dengan saudara kandung adalah hubungan yang unik, yang tidak kita temukan dalam hubungan lain.
Pertanyaannya, bagaimana caranya menjalin hubungan yang sehat dengan saudara kandung?

Mengutip dari artikel ini, penulis memiliki setidaknya tujuh pendapat yang memiliki kolerasi akan keharmonisan hubungan sesama saudara.

1. Jangan biarkan pikiran negatif merasuki hubungan bersaudara. Jangan memandang saudaramu hanya karena jabatan dan uang.
2. Jalinlah komunikasi yang intens dengan saudara kandung. Komunikasi mendekatkan hubungan emosional.
3. Belajarlah untuk terbuka dan selalu saling berbagi dengan mereka. Berbagi adalah didikan kasih sayang orangtua.
4. Beradu pendapat boleh, namun jangan sampai saling menyakiti hati. Hindari sifat menggurui dan tetaplah rendah hati.
5. Ketika sudah disibukan dengan kesibukan masing-masing, jangan pernah lupakan keadaan saudaramu. Tolonglah dia, jika dia membutuhkan pertolongan.
6. Saling membantu, Jangan banyak perhitungan dengan saudara. Ingatlah, roda kehidupan akan terus berputar.
7. Walaupun masing-masing sudah berumah tangga, jangan sampai pasangan mendikte, menghasut hubungan kakak-adik menjadi rusak bermusuhan.
Apa yang sudah di didik orangtua dengan kasih sayang, jangan sampai merusak hubungan darah, hanya oleh karena pengaruh pasangan.

“Konsep kebahagiaan menurut cara pandang manusia sangat berbeda dengan cara pandang Tuhan. Maka hanya kepada Tuhan, manusia meminta petunjuk,”demikian kata Yapy Melianton Doroh, Majelis GPIB Zebaoth Bogor.

Bagi Yapy, kebahagiaan dalam hubungan saudara yang membawa damai, akan sangat indah. Bukankah Tuhan juga menginginkan kita umatNya hidup dalam damai!!!.

Dalam konteks yang lebih luas, penulis berpendapat, kebahagiaan tidak bisa diukur dari seberapa banyak tinggi jabatan kita, tetapi diukur dari seberapa kerendahan hati kita.

Begitu juga, kebahagiaan tidak bisa diukur dari seberapa banyak orang yang menghormati kita, tetapi diukur dari seberapa banyak kita mampu menghormati dan menghargai orang lain.

Dan jangan juga mengukur kebahagiaan dari seberapa banyak kita tersenyum dan tertawa, tetapi dari seberapa banyak kita mampu membuat orang lain bisa tersenyum dan tertawa bahagia.

Matius 5:3,9 mengingatkan, berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Jangan beranggapan bahwa mereka yang hidup berkelimpahan, memiliki jabatan dan status sosial tinggi adalah orang-orang yang hidup bahagia.

Anggapan itu tidak salah namun juga tidak sepenuhnya benar. Sebab banyak juga mereka yang kita pandang memiliki segalanya namun hidupnya tidak bahagia bahkan menderita secara batin. “Kebahagiaan yang sejati, hanya ada dalam Yesus Kristus,”demikian kata Yapy. (#)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *