oleh

Kasih Mampu Membuat yang Tak Mungkin Menjadi Mungkin.

POSKOTA.CO – Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.

Kitab Lukas 10: 16 ini menegaskan, pertobatan adalah sebuah keharusan bagi semua orang, bukan hanya bagi mereka yang berlaku jahat, tapi termasuk juga bagi orang percaya yang mengaku sebagai pengikut Kristus.

Mengapa pertobatan menjadi sebuah keharusan!. Karena manusia dilahirkan dalam dosa dengan memiliki kecenderungan hati yang ingin selalu berbuat jahat.

Inilah yang disebut “dosa warisan”. Keberadaan berdosa semua orang yang dibawa sejak lahir atau yang lain lebih senang memakai istilah “dosa asal”.

Maka ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, berarti kita telah bertobat. Arti bertobat bukan hanya berhenti dari segala perbuatan jahat, tetapi mengalihkan arah jalan hidup dari jalan yang tadinya mengarah kepada dosa, berbalik kepada jalan yang benar di dalam Kristus.

Karena itu penulis berkeyakinan, pertobatan dimulai dengan hati yang terbuka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, lalu menjadikan Dia sebagai Raja yang berhak memerintah atas hidup ini.

Maka berdasarkan uraian diatas, bagi penulis, mau bertobat atau tidak mau bertobat, itu sebuah keputusan atau pilihan hidup. Dan pilihan ini harus diambil oleh setiap orang.

Berbagai fenomena ditemukan dalam perjalanan hidup manusia. Dimana masih banyak orang menyebut diri sebagai pengikut Kristus, namun mereka lebih suka mengambil keputusan tidak mau bertobat.

Pemikiran beberapa atau sebagian orang, pertobatan hanya akan mengekang ruang geraknya. Ia tidak bisa hidup sesuka hati, tidak bisa memuaskan keinginan dagingnya. Jika demikian, maka awal pertobatan pasti terasa berat dan sakit, karena pada proses ini semua kedagingan mulai dikikis.

Akan tetapi bagi orang percaya, jika segala sesuatu, kita letakkan Tuhan diatas segalanya, maka percayalah, dengan pertolongan dan tuntunan Roh Kudus, kita akan mampu melewati proses tersebut dengan kemenangan.

Maka itu, selagi ada kesempatan, jangan tunda-tunda waktu untuk bertobat. Tuhan Yesus sangat mengecam keras orang-orang yang tidak mau bertobat, dengan berkata “Celakalah!. “Hidup tanpa pertobatan hanya akan menuntun seseorang kepada kehancuran,” demikian kata Yapy Melianton Doroh, Majelis GPIB Zebaoth Bogor.

Mencapai sebuah pertobatan yang hakiki, maka penulis berkeyakinan, hanya kuasa Kasih yang bisa membuat pertobatan ini menjadi nyata.

Mengutip dari kitab Efesus 5:2, dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Ingat!, Kasih mampu memberi kekuatan, namun‎ kebencian justru menghancurkan. Maka itu peliharalah kasih dalam hidupmu.
Karena Kasih akan mengubah, ‎kasih akan memulihkan, ‎kasih akan memperbarui, ‎kasih akan membuat yang tak mungkin menjadi mungkin.

Itu sebabnya anugerah terbesar adalah ketika kita menerima kasih. Dan perbuatan terbesar adalah ketika kita membagikan kasih. Ijinkan kasih bekerja dan memerintah kehidupan kita. Jika demikian yang terjadi, maka pertobatan seseorang menjadi bermakna.

“Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang,”demikian 1Tesalonika 3:12 menegaskan. (#)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *