oleh

Hari Raya Paskah, Umat Kristen dan Katolik di Bogor Gelar Ibadah Kamis Putih

SETIAP tahun, umat Kristen Protestan dan Katolik diseluruh dunia merayakan Paskah. Paskah adalah hari dimana Tuhan bangkit dari kematiannya setelah lebih dulu mengalami penyiksaan.

Ia bahkan dijual oleh Yudas Iskariot, salah satu dari 12 belas murid-Nya. Yesus dijual dengan harga 30 keping perak.

Umat Kristiani tidak hanya merayakan Paskah. Ada banyak peringatan-peringatan lainnya yang mendahuluinya.

Seperti memperingati Minggu Palma, Jalan Salib, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Sunyi dan Minggu Paskah.

Perayaan Paskah juga identik dengan telur Paskah, roti dan anggur dan kelinci.

Pada ibadah Kamis Putih di GPIB Zebaoth Bogor Kamis (6/4/2023) malam, didahului dengan pertunjukan teather yang berkisah tentang Yudas Iskariot, satu dari dua belas murid yang menjual Yesus.

Pendeta Liat Sihotang dalam khotbahnya berbicara tentang Tuhan Yesus yang membasuh kaki murid-murid serta jaminan keselamatan bagi yang percaya.

“Yesus menderita dan mati untuk kita. Dia tidak layak untuk menerima siksaan itu. Tapi demi menebus dosa kita, Ia rela meninggalkan kemuliaanNya dan harus menderita atas siksaan raja dunia,” kata Pendeta Liat.

Suasana sangat hening dan menyentuh nurani terdalam manakala semua Pendeta turun dari altar dan membasuh kaki seluruh majelis.

Peristiwa pembasuan kaki berlanjut dari majelis ke seluruh jemaat yang hadir.

“Hikmah memperingati Paskah yakni keluar dari gelap menuju terang. Bangkit dari kehidupan lama dan masuk dalam kehidupan baru. Besok Jumat Agung dan perjamuan kudus. Setelah itu Yesus Kristus sang Juruselamat naik ke surga,” ujarnya.

Pendeta Liat menuturkan, Minggu Palma harus di kenang oleh umat Kristen, betapa Yesus sangat sengsara.

Perayaan ini dikenang sebagai peristiwa masuknya Yesus ke Kota Yerusalem dan dielu-elukan oleh banyak orang.

Yesus masuk ke Kota Yerusalem merupakan hal yang istimewa karena Ia masuk ke kota suci sebelum disiksa, mati, dan bangkit dari kematian.

“Minggu Palma disimbolkan dengan daun palem yang berarti kemenangan. Daun palem digunakan untuk menyatakan kemenangan Martir atas kematian,” ujarnya.

Penatua Frans Salempang, salah satu Majelis GPIB Zebaoth Bogor menuturkan, Paskah menjadi hari kemenangan Yesus Kristus dari kematian.

“Dia mengorbankan dirinya untuk menebus kesalahan dan dosa umat manusia. Kebangkitan Yesus memberikan pengharapan bagi umat-Nya yang telah ditebus. Paskah merupakan tiga hari setelah Yesus Kristus meninggal di kayu salib. Kebangkitan Yesus adalah kehidupan yang kekal. Kehidupan abadi tersebut diberikan kepada umat manusia,” kata Penatua Frans.

Sementara salah satu jemaat mengaku, iman dan kepercayaannya kepada Yesus tidak menjadi sia-sia. Baginya, janji Tuhan adalah benar.

“Tidaklah binasa kita yang mengikuti jejak Yesus dan akan hidup abadi bersama-Nya.

Pemberitaan atau ayat-ayat dalam Alkitab semuanya benar, tidak ada yang bohong,” ujarnya tegas.

Ia menambahkan, kebangkitan Yesus memberikan perubahan dalam hidup orang percaya. Yesus memberikan transformasi posisi kehidupan.

“Kemurnian hati dan batin dalam diri secara perlahan bergerak ke arah yang lebih baik ketika meyakini Yesus sebagai Juru Selamat. Salah satunya dengan memperingati Paskah,” tegasnya. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *