oleh

Tinju Berharap Bantuan KONI DKI Segera Ngucur untuk Menghadapi BK PON

POSKOTA.CO – Pengurus Provinsi (Pengprov) Pertina DKI berharap bantuan dari KONI DKI Jakarta segera ngucur untuk menghadapi babak kualifikasi (BK) PON yang akan dilaksanakan di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 22-29 Juli 2023.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Pengprov Pertina DKI Hengky Silatang SH saat acara pelepasan petinju DKI mengikuti BK PON di markasnya HSBC, Ciseeng, Parung-Bogor, Jawa Barat, Minggu (16/7/2023) sore.

“Hingga saat ini seperak pun belum kami terima bantuan untuk mengirimkan petinju mengikuti babak kualifikasi PON. Tapi kami harus tetap mengirimkan petinju. Mereka akan berangkat pada tanggal 20 Juli. Terpaksa kami harus merogoh kocek sendiri,” jelasnya.

Hengky berharap bantuan itu segera dicairkan. “Petinju kami ini siap berdarah darah untuk mengibarkan panji-panji DKI. Seperti permintaan Ketum KONI DKI Dr Hidayat Humaid bukan hanya sekadar lolos. Kami pun siap meraih hasil terbaik,” tegas mantan petinju nasional ini.

Dikatakan, di BK PON DKI mengirimkan sembilan petinju, dua di antaranya petinju wanita yakni, Azzahra Qurrota Ayunin 48 kg dan Sindy M Zen di kelas 52 kg

Sementara di bagian putra terdiri dari, Patrisius Mas Wogha Runesi kelas 48 kg, Adhis Priyanto (51 kg), Fido Masoara (63,5 kg), Matius Mandiangan (67 kg), Gadfry Masoara (71 kg), Sabdayagra Ahessa (80 kg), dan Sandyarto Deno Feroza (86 kg). Sedang pelatih terdiri dari, Husni Ray,Erwin Tobing dan David Kasidi, manager H Robert Firdaus.

Salah satu petinju yang akan tampil yakni Matius Mandiangan mengatakan, dirinya tidak masalah naik kelas di 67 kg. “Bagi saya tidak ada masalah main di kelas baru yakni 67 kg. Semua lawan saya dengar baru semua tanding di kelas 67 kg,” jelas Matius, yang merupakan pemegang medali emas PON Papua 2019 lalu di kelas 60 kg.

Matius semula diproyeksikan untuk tampil di kelas 63,5 kg. Namun di kelas tersebut tim pelatih memutuskan untuk memainkan Fido. Apalagi di kelas 67 kg tidak ada petinju DKI setelah Ali Haidar memutuskan beralih ke tinju profesional. Padahal Ali sudah otomatis lolos ke PON Aceh-Sumut tahun 2024 setelah dia menjadi juara di Kejurnas Tinju di Medan awal tahun. Maka jadilah Matius yang memiliki gaya permainan counter boxer itu naik kelas.

Pada bagian lain pembina tinju DKI Richard Engkeng berharap petinju DKI yang mengikuti BK PON tampil tanpa rasa takut. “Kalau perlu bukan sekedar lolos tapi jadilah juara biar semua lawan gentar dengan kalian,” jelas pensiunan Marinir ini. (*/bu)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *