JAKARTA – KONI Jakarta menerima audiensi dari Pengurus Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) untuk mendengarkan kesiapannya bergabung dengan Kontingen Jakarta.
Pertemuan yang dipimpin oleh Sekretaris Umum KONI DKJ Aminullah ini berlangsung di lantai 4 Gedung KONI Jakarta. Turut hadir dalam audensi dengan FOKSI, yaitu para pengurus KONI DKI Jakarta.
Dalam audensinya, Ketua Umum FOKSI, Iwan Setiawan memaparkan perkembangan olahraga Kabaddi, termasuk jumlah atlet yang sudah mencapai 40 orang serta program sosialisasi yang telah dilakukan ke sejumlah sekolah, khususnya ditingkat SMA Jakarta.
“Sejak tahun 2023, pembinaan atlet sudah kita dilakukan melalui mahasiswa-mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta. Lalu kita perluas dengan sosialisasi ke sejumlah sekolah di tingkat SMA di Jakarta. Sekarang kita sudah memiliki 40 atlet. Bahkan ada atlet dari Taekwondo dan Gulat yang tertarik dan bergabung di Kabaddi,” kata Iwan usai audiensi, Rabu (12/2).
Wakil Ketua Kabaddi, Made Bang Redy Utama menyebutkan bahwa tim kabaddi terkuat saat ini ada di Bali, Kalimantan Timur dan Jawa Timur. “Sekarang Kabaddi Bali yang terkuat. Mudah mudahan Jakarta bisa lebih hebat dari Bali,” ujarnya
Redy berharap pihaknya dapat menjalin kerja sama lebih lanjut dengan KONI DKJ guna memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kompetisi serta membuka peluang bagi Kabaddi untuk bergabung di Kontingen Jakarta.
“Kabaddi adalah olahraga murah. Tidak ada peralatan khusus yang dibeli. Olahraga ini dimainkan dua tim. Masing-masing tujuh pemain. Targetnya, bagaimana mencetak angka dengan menyentuh pemain lawan tanpa tertangkap,” terangnya.
Sementara Sekretaris Umum KONI Jakarta, Aminullah mengapresiasi upaya FOKSI dalam mengembangkan olahraga Kabaddi. “KONI DKI selalu terbuka untuk mendukung cabang olahraga yang memiliki peluang prestasi. Dan saya lihat Kabaddi sangat potensi untuk Jakarta,” kata Bang Amin, sapaan Aminullah. (Bu/jo)







Komentar