oleh

Ketua FBAI Gerak Cepat Gelar 2 Kejuaraan Gairahkan Pembinaan

POSKOTA.CO – Ketua Federasi Beladiri Amatir Indonesia (FBAI) Pusat Ki Kusumo bergerak cepat dengan menggelar dua even berskala nasional, yakni Kejuaraan Mixed Martial Art (MMA) Piala Gubernur Sumatera Utara dan Kejurnas Piala Walikota Solo untuk terus menggelorakan pembinaan patarung beladiri Indonesia.

“Kejuaraan MMA Piala Gubernur Sumut akan kami gelar pada Juli mendatang.  Sedangkan Kejurnas Piala Walikota Solo akan kami langsungkan pada Agustus,” kata Ki Kusumo kepada wartawan, Minggu (12/6/2022), di Seketariat FBAI, di jl. Swatantra Raya V No.6 Jatirasa Jatiasih,Bekasi, Jawa Barat.

Ki Kusumo terpilih memimpin FBAI pada Munas yang dilangsungkan di Bekasi pada 17 Desember 2021 dan diikuti 22 Pengurus Provinsi (Pengprov). Tak ingin menunggu terlalu lama, ia langsung melakukan action dengan menggelar dua kejuaraan berskala nasional dan internasional tersebut. Tak ketinggalan akan dilangsungkan juga penataran pelatih dan wasit agar akselerasi melahirkan petarung-petarung handala beladiri campuran segera tercapai demi untuk mengharumkan Indonesia di tingkat regional (Asean), Asia bahkan dunia.

“Pasca pandemi kita mencoba langsung bergerak untuk memberikan pertandingan kepada atlet yang sudah lama tidak berkompetisi. Kita sadar atlet handa akan lahir melalui kompetisi, pun demikian untuk atlet beladiri campuran,” kata Ki Kusumo. “Akselerasi FBAI ini juga merupakan langkah untuk menjaring bibit-bibit beldiri campuran handal, lalu menyiapkan mereka karena kita dapat sinyal minimal cabang beladiri campuran ini akan dipertandingan di SEA Games Kamboja mendatang,” jelas Ki Kusumo.

Penjalasan senada juga dituturkan Sekjen FBAI Maurice Sihombing. “Dari Annual Meeting di Hanoi telah disepakati beladiri campuran (MMA) dapat persetujuan untuk dipertandingkan di SEA Games 2023 di Phom Phen Kamboja. Paling tidak dipertandingan untuk eksebisi,” kata Maurice. “Makanya kita harus bersiap untuk hal tersebut dari sekarang agar kita bisa optimal mempersiapkan segala sesuatunya, terutama untuk atletnya,” imbuhnya.

Ditambahkan Ki Kusumo, Indonesia ini adalah gudangnya petarung-petarung beladiri handal. Fakta ini menjadikan FBAI perlu harus ada untuk mengelola, mengawasi dan mewadahi potensi besar demi untuk dapat membawa harum nama Indonesia. (dk/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *