oleh

Indonesia Cetak Sejarah, Jadi NOC Pertama Dunia Bermitra Dengan Guardian Girls International

JAKARTA – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) dan Guardian Girls International (GGI) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU), menjadikan NOC Indonesia sebagai yang pertama di dunia bermitra secara resmi dengan GGI. Melalui kerja sama ini, Indonesia juga menjadi negara pertama yang memiliki kerangka kemitraan nasional antara NOC dan Guardian Girls International.

Kesepakatan ini menandai tonggak penting dalam ekspansi global gerakan Guardian Girls, yang telah meluncurkan berbagai inisiatif di lebih dari 30 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Organisasi ini bekerja sama dengan pemerintah, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), federasi olahraga internasional, kedutaan besar, serta organisasi masyarakat sipil.

Kemitraan ini membentuk kerangka strategis untuk mendorong pemberdayaan perempuan, keamanan, kepemimpinan, perlindungan (safeguarding), serta inisiatif Safe Sport melalui olahraga di seluruh Indonesia.

MoU ini ditandatangani langsung oleh Shin Koyamada selaku Chairman dan Sekretaris Jenderal GGI dan Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum NOC Indonesia, dalam rangkaian kegiatan peluncuran resmi Guardian Girls Indonesia (GGNC Indonesia) di Jakarta, awal pekan ini. Melalui kesepakatan ini, kedua pihak akan berkolaborasi dalam mendukung pengembangan dan implementasi program Guardian Girls secara nasional melalui Guardian Girls Indonesia, sebagai platform resmi GGI di Indonesia.

Kemitraan ini bertujuan memperkuat partisipasi, keamanan, dan kepemimpinan perempuan dalam ekosistem olahraga Indonesia, dengan melibatkan federasi cabang olahraga Olimpiade dan non-Olimpiade dalam satu platform nasional terpadu bersama NOC Indonesia.

Salah satu komponen utama dari kerja sama ini adalah implementasi program Guardian Girls Safe Sport (GGSS), yang berfokus pada penciptaan lingkungan olahraga yang aman dan inklusif bagi perempuan. Program GGSS mencakup berbagai kegiatan seperti pelatihan perlindungan diri dan peningkatan kepercayaan diri, edukasi safeguarding dan Safe Sport, program pengembangan kepemimpinan, serta forum dialog perempuan tingkat regional seperti Southeast Asia Women Citizen Dialogue (SEA-WCD) Indonesia.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi ini dan menegaskan pentingnya memperluas kesempatan, inklusi, serta perlindungan bagi perempuan melalui olahraga dan kemitraan nasional.

“Kemitraan ini bukan hanya tentang program, tetapi tentang membangun ekosistem olahraga yang lebih aman, inklusif, dan berdaya bagi perempuan Indonesia. NOC Indonesia percaya bahwa olahraga adalah platform strategis untuk menciptakan kepemimpinan perempuan masa depan sekaligus memastikan setiap atlet perempuan mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang setara,” ujar Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari.

“Kami juga melihat kolaborasi ini sebagai langkah konkret Indonesia untuk mengambil peran kepemimpinan global dalam isu Safe Sport dan pemberdayaan perempuan melalui olahraga,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal GGI, Shin Koyamada, menyampaikan apresiasinya atas langkah progresif Indonesia dalam membangun kolaborasi global di sektor olahraga berbasis pemberdayaan perempuan.

“Kami sangat terhormat bahwa Komite Olimpiade Indonesia menjadi Komite Olimpiade Nasional pertama di dunia yang secara resmi bergabung dengan Guardian Girls International. Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama yang membangun kemitraan seperti ini dengan GGI. Kolaborasi ini mencerminkan kepemimpinan dan komitmen Indonesia dalam mendorong pemberdayaan perempuan, perlindungan, kepemimpinan, serta Safe Sport melalui olahraga dan kerja sama internasional,” jelas Koyamada.

Kesepakatan ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan federasi olahraga nasional di bawah Guardian Girls Indonesia (GGNC Indonesia), bersama mitra strategis seperti badan PBB, organisasi perempuan, perwakilan diplomatik, kementerian pemerintah, institusi pendidikan, serta organisasi masyarakat sipil dalam implementasi program Guardian Girls, termasuk:

Guardian Girls Karate (GGK)
Guardian Girls Judo (GGJ)
Guardian Girls Ju-Jitsu (GGJJ)
Guardian Girls Aikido (GGA)
Guardian Girls Vovinam (GGV)
Guardian Girls Pencak Silat (GGPS)

Penandatanganan ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin dalam gerakan global Guardian Girls, sekaligus menghadirkan model kolaborasi internasional baru antara Komite Olimpiade Nasional dan inisiatif pemberdayaan perempuan berbasis olahraga. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *