oleh

Wartawan Pos Kota Sabet Posisi Kedua Uji Coba Menembak Kemhan RI

KARAWANG – Wartawan Pos Kota, Aby Bahagiana berhasil menempati posisi runner up (urutan kedua) pada uji coba menembak yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan (Kemhan RI) diikuti 42 awak media di lapangan Resimen Latihan  Tempur (Menlatpur) Kostrad di Gunung Sanggabuana, Karawang, Jumat pagi (19/12/2025).

Aby Bahagiana mengumpulkan nilai 74 pada uji tembak dari jarak 100 meter pakai senjata laras panjang buatan PT Pindad produksi tahun 1991. Nilai 74 yang dikumpulkan Aby diperoleh setelah semua peluru yang berjumlah 10 butir berhasil mengenai sasaran putih.

Urutan pertama pada uji tembak tersebut ditempati Enrich Samuel dari Metro TV setelah mengemas 79 poin. Sedangkan posisi ketiga diduduki wartawan Berita Satu TV, Juan Ardya Guardiola dengan nilai 68.

Seluruh peserta yang berjumlah 42 wartawan diberi kesempatan menembakkan 10 butir peluru. Sebelumnya, pada fase tembak pemanasan sebanyak 3 peluru, Pos Kota hampir mengumpulkan nilai sempurna. Karena dua peluru melesak di titik tengah hitam.

Uji tembak kali ini dipantau ketat tim Menpur Kostrad. Sebelum dimulai, peserta diberi arahan terkait cara menembak yang benar dan aman. Peserta harus mengikuti prosedur secara tepat karena menyangkut keselamatan jiwa.

Para peserta berkesempatan menjajal senjata api laras panjang produksi PT Pindad tahun 1991 tioe SS1-V1. Ini merupakan senapan serbu pertama yang diadopsi langsung dari FN FNC buatan luar negeri.

SS1-V1 memiliki berat kosong 4,01 kg dan panjang 997 mm, menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm NATO. Senjata ini memiliki kemampuan menembak dengan akurat hingga jarak 400 meter dan memiliki popor yang dapat dilipat untuk memudahkan mobilitas.

Uji tembak ini merupakan hari keenam pembekalan cara aman bagi wartawan meliput di tempat rawan atau konflik yang diinisiasi Kementerian Pertahanan RI.

Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin sangat peduli terhadap keselamatan wartawan. Apalagi awak media kerap bertugas bersama anggota TNI di sejumlah tempat rawan seperti Papua.

Pembekalan wartawan disampaikan sejumlah pelatih tentara dari Menlatpur Kostrad Sanggabuana. Sebanyak 42 awak media dididik selama seminggu agar memiliki disiplin tinggi, mental tangguh, mulai cara baris berbaris, ketepatan waktu makan dan tidur, cara menggunakan kompas di hutan jika tersesat, navigasi, cara berlindung jika terjadi kontak tembak menembak, latihan mencari bahan makanan di hutan, dll.

Kepala Biro Infohan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait mengemukakan, pembekalan cara meliput aman di tempat rawan sangat berguna bagi awak media demi keselamatan jiwa.

Pembekalan dibuka langsung oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah, pada Senin (15/12/2025) pagi lalu. Dalam kesempatan itu, Freddy membacakan amanat Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin.

Pada intinya, Sjafrie menegaskan bahwa awak media menghadapi berbagai risiko, mulai dari potensi bencana alam, konflik sosial, hingga gangguan keamanan sehingga harus memiliki kesiapsiagaan yang matang, baik secara teknis maupun mental.

“Sehubungan dengan dinamika keamanan dan kedaruratan yang semakin kompleks, maka pembekalan ini menjadi sebuah langkah strategis. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman prosedur kedaruratan yang memadai bagi awak media,” kata Freddy membacakan amanat Sjafrie di hadapan para peserta.

Dalam kegiatan ini, Pos Kota mengirim satu orang wartawannya untuk mendapatkan pembekalan berupa pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman prosedur kedaruratan yang memadai. Wartawan Pos Kota mengikuti kegiatan bersama 41 awak media lain, baik dari media cetak, daring, TV, hingga radio. (aga/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *