oleh

Bisa Juga Serangan Jantung, Sesak Napas Tidak Selalu Berkaitan dengan Virus Corona

-Nasional-74 views

 POSKOTA.CO-Sesak napas sering dikaitkan dengan penyakit COVID-19. Padahal tidak semua gejala sesak napas merupakan manifestasi dari virus corona.  Sesak napas ternyata juga ditemukan pada pasien serangan jantung.

“Sekarang selama ada pandemi COVID-19, sesak napas dicurigai sebagai corona. Padahal serangan jantung juga mengalami sesak napas,” kata dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr Antono Sutandar SpJP-K pada temu media dalam rangka World Heart Day 2020 dengan tema media gathering virtual SHKJ bertajuk ‘The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic’, Senin (28/9/2020).

Menurut dr Antono, sesak napas yang dialami penderita jantung dengan penderita COVID-19 memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Tetapi karena ketidakpahaman masyarakat, maka semua gejala sesak napas dikaitkan dengan COVID-19.

Adapun perbedaan sesak napas yang dialami penderita COVID-19 dan penderita serangan jantung biasanya terletak pada gejala penyertanya. Pada pasien COVID-19, sesak napas didahului dengan batuk, pilek dan gejala khas lainnya. Gejala-gejala tersebut tidak membatasi aktivitas fungsional, sehingga pasien umumnya masih bisa melakukan berbagai kegiatan.

Sedangkan pada kasus sesak karena serangan jantung, lanjut dr Antono, biasanya tidak disertai gejala pilek dan batuk. Pasien tidak akan dapat melakukan aktivitas apapun selama mengalami sesak napas karena sesak napas terjadi pada saluran bagian bawah, terutama paru-paru. Sebab, ketika jantung tidak bekerja cairan akan terkumpul di paru-paru.

Dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular Siloam Hospitals Kebon Jeruk yang juga pimpinan Siloam Heart Institute (SHI), dr Maizul Anwar SpBTKV, mengatakan seseorang dengan penyakit kardiovaskular bukan hanya berisiko lebih parah ketika terkena COVID-19, namun juga berisiko dari penyakit kardiovaskularnya karena takut mencari perawatan kerumah sakit.

Lebih lanjut dr Maizul mengingatkan setiap orang untuk mengambil bagian dengan sungguh–sungguh dalam memerangi penyakit jantung.Usaha–usaha ini dilakukan melalui gaya hidup sehat, skrining dini,hingga mencari treatment yang tepat.

“Paradigma-paradigma yang selama ini ada dimasyarakat adalah dokter, tenaga medis dan alat-alat canggih diruang tindakan yang mampu menyembuhkan pasien. Namun, kami di Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk justru membuat perspektif yang berbeda, bahwa kami disini sebagai advisor dan pasien sebagai hero,” tutupnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *