JAKARTA – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dibuat terkagum-kagum dengan Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Joko Hadi Aprianto, anggota Polsek Samarinda Hulu, Kalimantan Timur.
Selain sebagai anggota Polri, Bripka Joko dikenal sebagai seorang penggali kubur untuk masyarakat khusus yang tidak mampu. Kapolri Sigit pun meluangkan waktunya untuk terbang ke Kalimantan Timur dan menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan anak buahnya yang satu ini.
Kata Kapolri, apa yang dilakukan Bripka Joko dalam membantu masyarakat bisa menjadi contoh baik bagi personel Korps Bhayangkara. “Tolong niat baik ini diturunkan bukan hanya ke anak-anakmu (Bripka Joko-red) saja, tetapi juga ke rekanmu yang lain. Terus menjadi polisi yang baik,” kata Kapolri Sigit melalui keterangan tertulis yang diterima POSKOTAONLINE.COM, Selasa (10/9/2024).
Kebaikan dan ketulusan Bripka Joko kata Kapolri bisa menjadi contoh bagi seluruh personel Polri di Indonesia. Kapolri meminta Bripka Joko harus terus konsisten menjadi polisi yang baik dan melayani masyarakat semampunya.
Keiklasan dan ketulusan Bripka Joko membantu masyarakat mendapat perhatian langsung Kapolri. Bripka Joko sudah 20 tahun lebih menjadi penggali kubur untuk masyarakat secara sukarela.
Dalam pertemuan di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, pada Senin (9/9/2024), Kapolri Sigit mendengarkan cerita dari Bripka Joko yang memutuskan untuk menjadi tukang gali kubur selain bertugas sebagai personel kepolisian. “Kamu kan sekarang polisi dan sampai sekarang terus berlanjut menggali kubur, apa yang ada di hatimu saat ikut membantu melaksanakan gali kubur. Niatmu apa?” tanya Kapolri kepada Bripka Joko.
Bripka Joko mengaku menjadi penggali kuburan sudah puluhan tahun dia lakukan. Awalnya untuk mencari rezeki, namun kini ia ikhlas untuk beramal karena telah mempunyai pekerjaan tetap sebagai anggota Polri. “Izin Jenderal, kalau dahulu buat mencari rezeki, kalau sekarang untuk amal. Karena setiap bulan, mohon izin pasti nombok. Karena untuk orang tidak mampu saya gratiskan, tapi saya tetap gaji karyawan,” jawab Bripka Joko.
Setelah mendengarkan pengalaman dan cerita dari Bripka Joko, Kapolri menyatakan bahwa membantu masyarakat dengan menjadi tukang gali kubur merupakan niat yang sangat mulia.
Di sisi lain, Kapolri sempat menyinggung sekolah perwira kepada Bripka Joko. Namun, ketika hendak ditawarkan, Bripka Joko lebih memilih perluasan area makam untuk kebutuhan masyarakat luas. “Sudah sekolah belum. Mau sekolah perwira?” tanya Sigit.
Namun Bripka Joko menginginkan penambahan areal makam karena saat ini sudah semakin sedikit. Terkait dengan keinginan Bripka Joko, Sigit berharap hal ini dikomunikasikan kepada pihak terkait soal rencana perluasan lahan area makam. Mengingat, saat ini, semakin terbatas karena sudah mulai penuh. “Ini nanti dibantu dikomunikasikan ya,” ujar Kapolri Sigit. (*/omi)







Komentar