JAKARTA-Menyikapi kasus perundungan (bullying) pada Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan opini publik tentangnya, Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menyelenggarakan rapat khusus melalui zoom cloud meeting pada 4 September 2024. Plt. Ketua MRPTNI yang juga Rektor Universitas Negeri Gorontalo Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT menyampaikan hasil keputusan rapat khusus sebagai berikut :
- MRPTNI mendukung penuh upaya dari para dekan fakultas kedokteran untuk meningkatkan dan menjaga kualitas pendidikan dokter di tanah air;
- MRPTNI mendukung penuh upaya dari pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk mencegah dan menindak tegas tindakan perundungan (bullying) sesuai dengan mekanisme yang diatur oleh masing-masing kampus;
- Terkait dengan kasus yang terjadi di UNDIP pada prinsipnya sejak tahun 2022 sudah menerapkan regulasi Zero Bullying dan bahkan terdapat peserta didik yang menerima konsekuensi dari regulasi tersebut;
- MRPTNI siap menjadi mediator antar institusi yang terlibat pada PPDS melalui pendekatan yang menjembatani kepentingan semua pihak guna menemukan solusi terbaik yang mendukung program pemerintah dalam pemenuhan jumlah tenaga dokter di tanah air khususnya dokter spesialis;
- MRPTNI mengajak semua pihak yang menjadi mitra untuk sama-sama menjaga kemandirian kampus agar tercipta penyelenggaraan pendidikan yang kondusif untuk menghasilkan lulusan yang lebih baik ke depan. (*/fs)







Komentar