BOGOR – Perkuat ketahanan pangan nasional, IPB University bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Kementerian Pertanian (Kementan) menyelesaikan proses reviu Program Hibah Korea International Cooperation Agency (KOICA).
Kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Indonesia.
Program bertajuk “Strengthening Food Security of Indonesia: Increasing Rice Production and Productivity through the Establishment of Indonesia–Korea Rice Innovation Center” ini direncanakan berjalan mulai 2026 hingga 2032 dengan total pendanaan sebesar US$ 25,000,000.
Setelah pelaksanaan 1st Implementation Survey pada 30 Juni–9 Juli 2025, kegiatan kini berlanjut ke 2nd Implementation Survey pada 20–29 Oktober 2025.
Kunjungan lapangan dilakukan ke tiga wilayah percontohan yakni, Ciasem dan Compreng (Subang), Surodadi (Tegal), dan Pamijahan (Bogor).
Tim berdialog dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Perum Bulog Bogor.
“Kami fokuskan pada perumusan rencana implementasi yang lebih rinci berdasarkan hasil survei, kebutuhan nasional, dan potensi dukungan teknis dari pemerintah Korea,” kata Prof Azis Boing Sitanggang, Sekretaris Lembaga Riset Internasional, Pangan, Gizi, dan Kesehatan (LRI PGK) IPB University.
Melalui rilis yang diterima Kamis, 6 November 2025, Prof Azis mengatakan, dukungan hibah KOICA, IPB University, Bappenas, Kementan, dan BRIN berkomitmen memperkuat riset, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perberasan.
Prof Azisenjepasoan, program ini dirancang dengan lima tujuan strategis, yakni, memperkuat kebijakan nasional di bidang perberasan, membangun Rice Innovation Center (RICE) di IPB University sebagai pusat unggulan riset dan inovasi, meningkatkan akses terhadap varietas padi unggul adaptif iklim, mendorong penerapan teknologi pertanian modern di tingkat petani dan mengembangkan rantai nilai padi yang berorientasi pada kesejahteraan petani dan pembangunan inklusif.
Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata kemitraan internasional untuk membangun sistem pangan Indonesia yang tangguh, produktif, dan berdaya saing global. (yopy/fs)







Komentar