oleh

Pemerintah Tutup Sementara Akses bagi Tiongkok Masuk Indonesia

-Nasional-169 views

POSKOTA.CO – Melihat perkembangan masyarakat Indonesia dalam menanggapi penyebaran virus corona terutama pasca penolakan kedatangan WNI dari Wuhan di Natuna, Presiden Joko Widodo menggelar rapat terbatas (ratas).

Dalam rapat diputuskan Indonesia menutup semua pintu untuk sementara bagi Tiongkok yang merupakan menjadi pusat awal mewabahnya virus Corona.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi dalam keterangannya mengatakan Presiden Jokowi langsung mengumpulkan sejumlah pejabat di Bandara Halim Perdanakusuma pada Minggu (2/2/2020).

Rapat terbatas atau ratas itu dihadiri Menlu Retno Marsudi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, Kepala BIN Budi Gunawan, Menko Polhukam Mahfud Md, Menkominfo Johnny G Plate, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menhub Budi Karya, Menkum HAM Yasonna Laoly, Menparekraf Wishnutama, dan Kepala BNPB Letjen Doni Monardo.

Selepas ratas, Jokowi minta Menlu Retno untuk menyampaikan ke media hasil ratas tersebut yang diantaranya pemerintah menunda atau menyetop sementara seluruh penerbangan langsung dari dan ke Tiongkok daratan terhitung mulai Rabu (5/2/2020), pukul 00.00 WIB.

Selain itu, semua pendatang yang tiba dari Mainland Tiongkok dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan untuk masuk dan melakukan transit di Indonesia.

Juga kebijakan pemberian fasilitas bebas visa kunjungan dan visa on arrivals untuk warga negara RRT yang bertempat tinggal di Mainland Tiongkok untuk sementara dihentikan.

Selain itu Retno juga menyebutkan bila pemerintah meminta seluruh WNI untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke Tiongkok. Namun Retno tidak menyebutkan sampai kapan keputusan itu akan dicabut.

WNI Wuhan Diobservasi

Dalam ratas, Presiden juga membahas mengenai  238 WNI yang telah dievakuasi dari Wuhan Tiongkok. Diputuskan, mereka tetap berada di Natuna untuk menjalani observasi selama 14 hari. Bila setelahnya tidak terindikasi apa pun, para WNI itu akan kembali ke keluarga masing-masing.

Selain 238 WNI, yang akan menjalankan observasi yakni  lima anggota tim pendahulu diberangkatkan ke Wuhan, termasuk 42 anggota tim penjemput kemarin. Mereka akan menjalani observasi bersamaan selama 14 hari ke depan.

“Sehingga total orang yang akan menjalankan observasi adalah 285. Sampai saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat,” kata Retno menyampaikan hasil ratas itu.

Presidn juga meminta agar KBRI Beijing terus berkomunikasi dengan WNI di Wuhan yang tidak lolos screening. (r)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *