oleh

Lalu Lintas: Urat Nadi Kehidupan yang Dinamis dan Humanis


Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

MEMAHAMI konsep lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan tentu berkaitan dengan manusia beserta segala aktivitas kemanusiaannya untuk dapat bertahan hidup tumbuh dan berkembang. Tatkala hidup dan kehidupan manusia mengalami perubahan sosial yang begitu cepat, maka lalu lintas sebagai refleksi budaya dan refleksi tingkat modernitas akan mengikutinya.

Konteks lalu lintas dalam kacamata kemanusiaan di sini dapat dilihat, lalu lintas itu menyenangkan, menyedihkan, lucu, aneh bahkan seni. Melihat lalu lintas di sini dapat dikaitkan dengan:

  1. Manusia
  2. Jalannya atau modanya
  3. Kendaraannya
  4. Lingkungannya
  5. Infrastruktur dan sistem sistemnya dan sebagainya.

Setidaknya kelima poin unsur lalu lintas ini dapat dikaitkan pada sisi kemanusiaan maupun dinamika hidup dan kehidupan manusia. Sejalan dengan hal di atas sebagi contoh membahas lalu lintas antara lain dengan konteks:

  1. Dari masa ke masa dapat dilihat dari: a. situasinya, b. kendaraannya, c. petugasnya, dan sebagainya.
  2. Permasalahan permasalahan lalu lintas yang ekstrem misalnya: a. sebagai dampak bencana alam, b. kerusakan infrastruktur, c. kecelakaan yang berdampak luas, d. kemacetan yang berdampak masalah sosial dan sebagainya.
  3. Perilaku manusianya yang menyimpang, sebagai contoh: a. perilaku melanggar aturan, b. menggunakan kendaraan tidak sesuai peruntukannya, c. over dimensi over load, d. anak-anak di bawah umur mengemudikan kendaraan bermotor, e. angkutan umum yang tidak representatif, dan sebagainya.
  4. Jalan dan permasalahannya: a. kerusakan jalan, b. pembangunan jalan, c. jalan yang secara geometris jalan perlu rekayasa jalan, d. jalan yang menjadi black spot maupun trouble spot dan sebagainya.
  5. Sistem-sistem moda transportasi angkutan umum: a. lingkungannya, b. kendaraannya, c. pengemudinya, dan sebagainya.
  6. Citra atau imej yang menjadi cerita-cerita lucu, aneh, perilaku berlalu lintas.
  7. Kebijakan-kebijakan dalam mengatasi masalah lalu lintas maupun masalah sosial yang berkaitan dengan lalu lintas.
  8. Ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang berkaitan dengan implementasi program-program lalu lintas.
  9. Program-program dalam upaya meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan serta membangun budaya tertib berlalu lintas.
  10. Sistem-sistem pelayanan prima di bidang lalu lintas: a. keamanan, b. keselamatan, c. hukum, d. administrasi, e. informasi, f. kemanusiaan.

Masih banyak lagi pendekatan humanis yang dapat dijabarkan. Penyadaran atas lalu lintas sebagai urat nadi kehidupan, refleksi budaya bangsa dan sebagai cermin tingkat modernitas merupakan bagian dari pembangunan peradaban. Yang dapat ditunjukkan dalam berbagai model visual yang inspiratif, edukatif, art bahkan fun. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *