oleh

Kemenkes Ingatkan Kembali Pentingnya Enam Pilar Transformasi Kesehatan

POSKOTA.CO-Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kunta Wibawa Dasa Nugraha kembali mengingatkan komitmen pemerintah untuk mendorong masyarakat hidup lebih sehat melalu 6 pilar transformasi Kesehatan. Hal tersebut disampaikan Sesjen saat memimpin upacara puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2023 yang berlangsung di lapangan Kemenkes, Senin (13/11/2023).

“Hari ini adalah puncak HKN. Topiknya adalah kita ingin masyarakat hidup sehat. Kalau masyarakat sehat, negaranya pasti akan maju,” ujar Kunta.

Transformasi Kesehatan menurut Kunta menjadi topik yang penting dan strategis untuk dibahas sekaligus diimplementasikan mengingat Indonesia segera dihadapkan dengan bonus demografi. Situasi ini mengharuskan seluruh stakeholder terkait, termasuk Kemenkes memastikan sumber daya manusia sehat. Selain itu, penting juga bagi Kemenkes untuk menciptakan inovasi di sektor kesehatan. “Karena itu 6 pilar transformasi kesehatan perlu diwujudkan,” lanjutnya.

Adapun 6 pilar transformasi Kesehatan yang diinisiasi Menkes Budi Gunadi Sadikin adalah transformasi layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan.

Untuk pilar pertama, Kunta menuturkan mindset preventif atau pencegahan harus turut ditanamkan pada masyarakat. Sebab, pencegahan merupakan cara terbaik daripada mengobati.

“Pilar pertama dari sakit menuju sehat. Itu pesan utamanya. Masyarakat harus sejak awal tahu dirinya sehat. Olahraga, makan bergizi, tidak begadang, dan lain-lainnya,” ucap Kunta.

Pilar kedua, terkait rujukan. Kemenkes berkomitmen agar masyarakat mendapatkan akses kesehatan menjadi lebih mudah, terutama untuk penanganan penyakit-penyakit mematikan seperti jantung, kanker, stroke, dan ginjal.

Ketiga, pilar sistem ketahanan kesehatan, untuk menciptakan kemandirian dengan mengubah mindset impor menjadi produksi dalam negeri, sehingga pemerintah dapat lebih siap dari sisi obat-obatan, alat-alat kesehatan, tenaga kesehatan cadangan.

“Kalau ada bencana nanti, kalau ada sesuatu lagi yang terjadi kita jauh lebih siap dengan apa dengan tenaga cadangan kita latih pramuka, mahasiswa, para tenaga kesehatan yang pensiun untuk tetap melatih diri. Ketika ada sesuatu langsung turun,” tutur Kunta.

Lalu, pilar kelima adalah sistem pembiayaan kesehatan, sehingga kedepannya lebih efektif, yang sebagian besar ada di BPJS. Selain itu, asuransi swasta juga harus dipastikan sustainable. Transformasi kelima adalah SDM Kesehatan dengan meningkatkan jumlah tenaga kesehatan secara jumlah maupun kualitasnya, termasuk distribusinya.

Keenam, transformasi teknologi kesehatan, yang berkaitan dengan teknologi informasi dan bioteknologi. “Mengenai IT, ini juga mengubah mindset kita, yang tadinya kasihnya banyak banget sampai pusing sekarang jadi Satu Sehat, terintegrasi, sehingga apa sehingga database kita menjadi bagus dan orang juga tidak ter-distract dengan banyaknya aplikasi. Kita juga harus mulai belajar mengenai bioteknologi. Berubah dari pharmaceutical ke bioteknologi,” tutup Kunta. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *