oleh

Jasa Marga Raih Penghargaan Atas Tindakan Keselamatan dari Kementerian Perhubungan

POSKOTA.CO-Upaya PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang selalu mengutamakan keselamatan berlalu lintas di jalan tol mendapat apresiasi dari Kementerian Perhubungan. Wujud apresiasi tersebut berupa penghargaan dan sertifikat yang diserahkan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur, hadir menerima langsung penghargaan sebagai BUJT berdedikasi atas Tindakan Keselamatan (Safety Action) yang telah dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keselamatan transportasi dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dan disaksikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi secara virtual.

Para penerima penghargaan dari Kementerian Perhubungan usai menerima penghargaan

“Penghargaan yang raih ini merupakan pengakuan atas upaya Jasa Marga dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan tol. Jasa Marga senantiasa mengupayakan untuk meningkatkan mutu pelayanan kepada pengguna jalan tol baik dari fungsi utama jalan tol seperti aspek kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan hingga terpenuhinya fungsi kebutuhan pendukung dan pelengkap di rest area,” kata Subakti Syukur seusai menerima penghargaan, Kamis (08/04).

Menurut Subakti, penghargaan sebagai BUJT berdedikasi atas Tindakan Keselamatan _(Safety Action)_ yang diraih Jasa Marga merupakan hasil kerja keras selama ini, tidak hanya dari Jasa Marga, namun juga para stakeholder terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kepolisian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Penghargaan ini semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan pelayanan dengan memerhatikan aspek keamanan serta keselamatan pengguna jalan tol,” tambah Subakti.

Jalan tol yang dikelola Jasa Marga memenuhi standar

Salah satu cara untuk memastikan jalan tol yang dikelola telah memenuhi standar keamanan dan keselamatan, Jasa Marga melakukan _road assesment_ terhadap Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol Cipularang bekerja sama dengan International Road Assesment Programme (iRap), serta Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). _Road assesment_ melingkupi penilaian terhadap kondisi jalan serta sarana perlengkapan jalan di sepanjang jalan tol, yang salah satu tujuannya adalah untuk menekan angka kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas di jalan. Hasil dari _road assessment_ menyimpulkan bahwa Jalan Tol Jagorawi dan Cipularang mencapai rating bintang 3.

“Hasil penilaian dari _road assessment_ menunjukkan Jasa Marga siap untuk mendukung pencapaian pembangunan berkelanjutan atau _Sustainable Development Goals_ (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), serta target Global Road Safety Performance (GRSP) dan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan Indonesia 2011 – 2035. Selain itu, Jasa Marga juga mendukung penuh program Zero ODOL _(Over Dimension Over Load)_ dengan mengembangkan sensor _Weigh In Motion_ di sejumlah jembatan tol untuk mengendalikan kendaraan over load yang melintas di jalan tol selama 24 jam,” tambah Subakti.

Selain itu, Subakti menambahkan, peningkatan layanan lalu lintas lainnya juga mencakup pemasangan Smart CCTV yang saat ini dalam masa uji coba integrasi dengan Platform _Electronic Traffic Law Enforcement_ (ETLE) milik Polda Metro Jaya yang digunakan untuk mendeteksi kendaraan yang melebihi batas kecepatan serta mengidentifikasi plat nomor kendaraan, hingga pemasangan _roller barrier_ yang dapat mengurangi tingkat fatalitas kecelakaan.

Rakernis Bidang Perhubungan Darat Seluruh Indonesia Tahun 2021 mengangkat tema “Transformasi Perhubungan Darat untuk Menghadapi Tantangan dan Peluang”. Peserta yang hadir diantaranya berasal dari Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, KPK, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi, Kabupaten/Kota, BUMN yang membidangi Transportasi serta para pakar Transportasi.

Pemerintah pusat dan daerah bahu membahu

Menhub Budi Karya dalam sambutannya mengatakan, rakernis ini bertujuan agar pemerintah pusat dan daerah serta seluruh stakeholder untuk bahu-membahu dalam meningkatkan kinerja perhubungan darat. Melalui rakernis, lanjut Budi Karya, diharapkan akan terbangun sinergitas yang lebih erat dan harmonis sehingga mempermudah kordinasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan BUMN dalam mengelola transportasi.

“Transportasi merupakan sektor yang penting, terlebih memasuki masa mudik Lebaran ini. Peningkatan keamanan dan keselamatan membutuhkan dukungan dari stakeholder terkait, dan kita harus terus mendukung pelaksanaan prokes di sektor transportasi, sekaligus meningkatkan penerapan teknologi dalam meningkatkan pelayanan transportasi,” ujar Budi Karya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *