oleh

Hasil Rakernas JKPI di Riau, Bogor Sebagai Tuan Rumah Konggres JKPI

POSKOTA. CO – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-VIII tahun 2020 yang digelar di Kabupaten Siak, Provinsi Riau memutuskan Kota Bogor sebagai tuan rumah Kongres JKPI ke-V tahun 2021.

Selain itu, dalam rapat tersebut menyepakati Pra Kongres JKPI ke-V Tahun 2021 akan digelar di Kota Banda Aceh dan Kota Palembang ditunjuk sebagai tuan rumah Rakernas JKPI ke-IX Tahun 2022.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, selaku tuan rumah Kongres JKPI 2021 ia sengaja datang ke Kabupaten Siak dengan rombongan untuk belajar banyak atas suksesnya penyelenggaraan Rakernas JKPI 2020.

Kemudian pihaknya akan mempelajari semua rekomendasi dari hasil Rakernas JKPI 2020 dan akan menindaklanjutinya pada saat Pra Kongres di Kota Banda Aceh mendatang. “Mudah-mudahan Kota Bogor bisa melanjutkan kesuksesan ini tahun depan,” katanya.

Bima Arya mengatakan, pelaksanaan Kongres di Kota Bogor nanti rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga bertepatan dengan Hari Jadi Bogor ke-539 pada Juni mendatang. “Tentunya kehadiran Presiden Jokowi sangat kita harapkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan kekagumannya atas keindahan Kota Istana dan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga aset pusaka warisan leluhur. “Kami kagum dengan keindahan alam dan aset pusaka di Siak yang betul-betul dijaga dengan baik. Komitmen dari Pak Bupati terhadap kota warisan pusakanya sangat luar biasa” jelasnya.

Bupati Siak, Alfedri menuturkan, pada Kongres JKPI Ke-V pada bulan Juni 2021, JKPI akan memberikan penghargaan kepada Presiden Jokowi sebagai deklarator jaringan kota pusaka.

“Rencananya tahun depan kami akan memberikan penghargaan kepada Bapak Presiden selaku inisiator dan Ketua Pertama JKPI ini saat menjabat Wali Kota Solo,” katanya.

Mengenai hasil rakornas tahun ini menyepakati dan merekomendasikan untuk bagaimana meningkatkan peran JKPI dalam memfasilitasi anggota JKPI yang jumlahnya 70 kota/kabupaten untuk pelestarian, perlindungan dan kemajuan kota pusaka, baik pusaka alam maupun budaya.

“Misalnya seperti Sawahlunto ditetapkan World Heritage sebagai kawasan pertambangan dan kereta api, Ambon sebagai Kota Musik dan ada Kebun Raya di Bogor,” pungkasnya. (yopi)

 5 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *