oleh

Harga Pangan Dikeluhkan, DPR Desak Presiden Menstabilkan Harga

POSKOTA.CO – Harga kebutuhan pangan seperti bawang putih, gula, cabe dan lainnya akhir-akhir ini dikeluhkan karena terus naik.

DPR mendesak Presiden Jokowi turun tangan menstabilkan harga sembako, menyusul maraknya kasus penimbunan bahan pangan, seperti gula pasir, bawang putih dan lainnya.

“Jokowi  sebaiknya  jangan hanya fokus terhadap rencana pemindahan Ibukota negara saja. Tapi juga harus memikirkan kenaikan harga pangan yang merupakan hajat hidup rakyat,” pinta Anggota Komisi IV DPR, Andi Akmal Pasluddin, Senin (17/ 2).

Andi mengatakan, permainan mafia pangan dan kartel menyebabkan melonjaknya harga kebutuhan hidup.  Mereka sengaja menimbun, karena paham betul prediksi per- mintaan pasar meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran.

Jokowi harus berani turun tangan memberantas para mafia pangan.

Sebagai pimpinan tertinggi negara sangat mudah mengendalikan persoalan di lapangan.

“Jokowi tinggal memerintahkan jajarannya untuk mengamankan logistik agar harga sembako tetap stabil dan menerjunkan Satgas Pangan agar bekerja lebih maksimal menyikat para mafia atau spekulan nakal yang mengeruk untung besar di atas penderitaan rakyat,”ujarnya.

Sebaiknya Presiden jangan hanya mendengar orang di sekitarnya saja, tapi juga mendengar dari berbagai kalangan, sehingga akan mengetahui kondisi objektif mengenai pangan.

Sebelumnya, ada kelangkaan bawang putih dan gula pasir di pasar dan minimarket.

Para pedagang kesulitan mendapatkan bawang putih dan gula pasir dikarenakan stoknya hilang sehingga harganya melambung naik dibatas HET (harga eceran tertinggi).

Bawang putih di pasar tradisional masih tinggi di atas Rp50 ribu padahal HET Rp32 ribu per kilogram.

Begitu juga gula pasir, Rp14 ribu/Kg padahal HET Rp12.500/Kg.

Menurut Andi, kelangkaan ini tak hanya terjadi di Jabodetabek, tetapi juga di sejumlah daerah. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *