oleh

Danlanal Denpasar Sambut KRI Ahmad Yani-351 di Benoa Bali

-Nasional-25 views

POSKOTA.CO – Kapal Perang Republik Indonesi (KRI) Ahmad Yani-351 BKO Guspurla Koarmada II sandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali dalam rangka pengamanan perbatasan, serta melaksanakan Operasi Tombak Sakti-20 yang dikomandani Letkol Laut (P) I Gede Putu Iwan beserta ABK 110 personel. Kali ini on board di KRI Ahmad Yani-351, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II (Danguspurla Koarmada II) Laksamana Pertama TNI Rahmat Eko R dan Asisten Operasi Danguspurla Koarmada II Kolonel Laut (P) Henry Bello, Sabtu (7/11/2020).

Kedatangan KRI Ahmad Yani-351 di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali disambut Merplug oleh Komandan Lanal (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara SE, Palaksa Lanal Denpasar Mayor Laut (P) I Gede Padang Suryawan, perwira staf dan prajurit Lanal Denpasar.

Pada kesempatan itu, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara, Palaksa Lanal Denpasar Mayor Laut (P) I Gede Padang dan perwira staf Lanal Denpasar melaksanakan tatap muka di Lounge Room KRI Ahmad Yani-351 dengan Danguspurla Koarmada II, Asops Danguspurla dan Komandan KRI Ahmad Yani-351.

Sebagai bangsa yang menghargai para pahlawannya, Danlanal Denpasar mendampingi Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko R dan rombongan melaksanakan ziarah ke Puri Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai yang berada di Carangsari Petang Kabupaten Badung Bali, untuk mengheningkan cipta dan penghormatan kepada arwah pahlawan sebagai rasa hormat dan penghargaannya.

“Semoga kita semua terus mengingat sejarah bangsa besar ini, merenungi, dan terus melanjutkan perjuangan para pahlawan untuk membangun bangsa ini bersama-sama,” kata Danguspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko R, dalam siaran pers Dispen Lantamal V.

Dalam penyampaiannya, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara mengatakan, secara proporsional Lanal Denpasar melaksanakan tugas dan fungsi pangkalan sebagai tempat pemangkalan, pembekalan, penyelenggaraan dan pemeliharaan serta perbaikan unsur-unsur operasional TNI AL dan perawatan personel. Kemampuan dukungan ini biasa dikenal dengan fungsi 5R, yaitu rebase, replenishment, repair, rest and recreation.

“Pangkalan TNI AL harus mampu menyediakan 5R tersebut agar operasional Unsur atau KRI tidak terganggu,” ujarnya. (*/rel)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *