oleh

Brigade Satu Pandangan dengan Megawati

POSKOTA.CO – Pidato Megawati Soekarnoputri di HUT Ke-49 PDI Perjuangan melodrama dan penuh inspiratif. Mega mengawali dengan mengatakan, sering melakukan perenungan diri. Hati dan pikirannya sering mengembara ke masa lalu dan berimajinasi ke masa depan.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini seakan mengajak seluruh komponen bangsa, agar terus bergerak maju dengan landasan masa lalu. Bagi Mega, rekam jejak sejarah dan romantika perjuangan, harus terus digelorakan. Bangsa Indonesia harus tetap kokoh berdiri. “Api tak kunjung padam,” kata Megawati.

Menyikapi pernyataan politik Megawati, Ketua Umum Brigade (Barisan Ganjar Terdepan) Gama Andrea mengatakan, memang sudah seharusnya kehendak rakyat selalu di utamakan. Semangat, dedikasi, gotong-royong harus menjadi landasan dalam melayani rakyat. Bahwa kita sudah ‘merdeka’ tapi kita belum mencapai ‘kemakmuran’. “Ini penekanan yang sangat baik bagi pemimpin selepas Pak Jokowi,” kata Gama Andrea, Selasa (11/1/2022).

Bagi Gama, ke depan, masalah intoleran dan radikalisme masih mewarnai perjalanan bangsa Indonesia. Persatuan bangsa Indonesia, menurut Gama, tidak boleh dirusak oleh siapa pun dengan mengatasnamakan apacpun. “Pemimpin itu mengelola negara agar membawa rakyatnya sejahtera dan berkeadilan,” ujarnya.

Terkait masalah harga cabai, minyak goreng, seperti masalah padahal Indonesia sudah merdeka 76 tahun, bagi Gama adalah sesuatu yang masih dalam batas wajar. “Ibu Mega ingin berpesan, bahwa rakyatlah yang berdaulat. Kami dari Brigade sepakat. Namun 10 tahun Pak Jokowi menata Indonesia yang sudah dalam kondisi tidak baik, butuh waktu panjang,” kata Gama.

Terkait dengan sikap politiknya Brigade yang mendukung Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah untuk maju di Pilpres 2024, Gama menegaskan, saat ini hanya Ganjar yang layak untuk meneruskan program Presiden Jokowi. “Pak Ganjar dengan segudang prestasi di Jawa Tengah, adalah sosok yang tepat meneruskan program Pak Jokowi. Pak Ganjar adalah simbol perlawanan terhadap kelompok intoleran dan radikalisme. Pak Ganjar itu sangat diterima di seluruh wilayah Indonesia. Kemarin waktu PON di Papua, Pak Ganjar disambut antusias. Bahkan mama-mama ajak menari. Ini luar biasa,” tegas Gama. (*/yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *