oleh

Aboe Bakar Menilai Rencana Wakapolri Rekrut Preman Pasar Bisa Bikin Kerawanan

-Nasional-74 views

POSKOTA.CO–Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi berharap pengerahan para preman pasar yang ingin direkrut Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tidak terjadi. Penggunaan jasa para preman dalam upaya pendisiplinan warga, terkait penerapan protokol kesehatan guna memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 sangat berbahaya.

Wakil Kapolri selaku Wakil Ketua Pelaksana II Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono yang melempar gagasan itu dinilai kebablasan. “Saya harap hal itu tidak terjadi. Itu sangat rawan,” kata Habib Aboebakar sapaan Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI melalui keterangan tertulisnya, Selasa (15/9).

Menurut Habib Aboebakar, jika yang memberikan kewenangan ini adalah aparat penegak hukum, seolah apa yang dikerjakan preman pasar itu menggantikan fungsi penegakan hukum. “Ini bisa repot,” tegasnya.

Pendisiplinan protokol kesehatan lanjut Habib Aboebakar adalah perintah Presiden kepada Kapolri. Perintah itu tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Ilustrasi Tim Pemburu Preman Polres Metro Jakarta Barat mengamankan enam pelaku pemalakan terhadap para sopir, Jumat (24/7/2020).

Perlu dingat kata Habib Aboebakar lagi, ini delegasi kewenangan yang diberikan Presiden kepada Kapolri secara langsung. Secara khusus Kapolri diperintahkan Presiden untuk mengefektifkan upaya penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan.

Jika selanjutnya perintah Presiden Jokowi kemudian dilimpahkan kepada preman pasar, tentunya akan mengundang tanya untuk masyarakat. “Ada apa dengan Polri,” tegas politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Dikatakan Habib Aboebakar, jangan sampai kemudian publik menilai Kepolisian sudah angkat tangan, tidak mampu lagi menjalankan perintah presiden. Akhirnya Polri merekrut preman pasar untuk menggantikan tugas yang telah diberikan oleh Presiden.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakapolri Komjen Polisi Gatot Eddy Pramono mengatakan, pihaknya akan menggandeng preman pasar untuk mengawasi warga dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk penggunaan masker. Rencana pelibatan para preman untuk menggiatkan pencegahan munculnya klaster pasar akhirnya mendapat kecaman dari berbagai pihak.

“Di situ kan ada jeger-jegernya di pasar, kita jadikan penegak disiplin, tapi tetap diarahkan oleh TNI-Polri dengan cara-cara humanis,” kata Gatot di Polda Metro Jaya, Kamis (10/9) lalu. Bahkan Polri akan menggelar Operasi Yustisi demi meningkatkan disiplin masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Operasi Yustisi ini, akan melibatkan jajaran dari Polri, TNI, Satpol PP hingga Kejaksaan dan kehakiman. Selain itu lanjut Komjen Gatot, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memetakan klaster yang tergolong rawan penyebaran virus corona, seperti pasar, perkantoran, maupun permukiman warga.(Omi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *