oleh

2020, Perluas Pasar Internasional dan Peluncuran Wisata Terbang

POSKOTA.CO – Paket-paket wisata terbang dengan tujuan memperkenalkan fasilitas yang dimiliki Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini tengah digodok dan disiapkan.

Paket wisata terbang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat dalam kemasan wisata tentang apa saja yang dikerjakan BBKFB agar masyarakat cinta dunia dirgantara.

Jenis paketnya antara lain paket terbang di simulator, paket edukasi pekerjaan kalibrasi dan alat-alat yang digunakan BBKFB, paket lihat dan selfi di pesawat, serta paket terbang dengan pesawat di sekitar area.

Bagus Sunjoyo

Hal itu disampaikan Direktur BBKFP Kemenhub Bagus Sunjoyo kepada tim Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia @forwanofficial saat bersilaturahmi ke kantor BBKFP di Curug, Tangerang, Banten, kemarin.

“Target pasarnya mulai pelajar SMP hingga mahasiswa dan umum. Timnya sudah kita bentuk. Tahun ini juga, paket -paket wisata terbang BBKFB akan kita launching,” kata Bagus.

Sejumlah indikator kinerja Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan (BBKFP) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sepanjang 2019, melebihi target.

Dipaparkannya, jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang semula ditargetkan Rp119,35 miliar berhasil mencapai Rp127,12 miliar atau melebihi target capaian sebesar 106,5 persen.

Rasio PNBP terhadap Biaya Operasional dengan target 75 persen, terlampaui menjadi 93,99 persen atau naik 125,32 persen.

Jumlah fasilitas alat bantu visual (visual aids) yang dikalibrasi, targetnya 145 capaiannya 104,83 persen atau 152 visual aids.

Berikutnya, target Jumlah Instrument Flight Procedure (IFP) yang divalidasi sebanyak 1 menjadi 200 persen atau 2 IFP.

Untuk indikator Indeks Kepuasan Masyarakat dengan target 3,5 (skala 1-4), capaiannya 106,5 persen.

Tahun ini dilakukan penyesuaian target akibat adanya pandemi Covid-19.

“Ada enam indikator kinerja BBKFP sepanjang tahun lalu yang melebihi target berdasarkan hasil verifikasi dan rekomendasi Menteri Keuangan yang dikeluarkan tanggal 18 Maret 2020,” terang Bagus.

“Karena enam dari delapan indikator kinerja kita tahun lalu melebihi target dengan capaian kinerja total sebesar 881,81 persen, kita diberi insentif remunerasi atau semacam reward oleh Kementerian Keuangan dengan persantase sebesar 125 persen,” ungkap Bagus.

Menurut Bagus, selama ini pelanggan BBKFP memang masih didominasi oleh perusahaan dalam negeri seperti tersebut di atas, namun sejak tahun 2019 pihaknya juga membidik pelayanan kalibrasi ke pasar internasional.

“Tahun lalu BBKFP sudah menangani kalibrasi di Timor Leste dan pasti rutin akan menggunakan kita. Lalu tahun ini Vietnam juga sudah mengajukan tapi karena kondisi Pandemi seperti ini jadi sementara ditunda,” ujarnya.

Saat ini, BBKFP Kemenhub memiliki fasilitas sebanyak sembilan pesawat kalibrasi terdiri atas 2 helikopter, 1 jet, dan 6 jenis pesawat king air. “Insya Allah tahun depan mau nambah satu jet,” bebernya.

Selain pelayan kalibrasi atau perawatan pesawat, lanjut Bagus, pihaknya juga men-charter-kan pesawat dan menyewakan simulator yaitu alat untuk training penerbang yang setipe dengan pesawat milik BBKFP.

“Kita juga punya satu simulator pesawat. Costumer mancanegaranya dari Australia, Filipina, Vietnam, Iran, Irak, dan India. Sedangkan dari dalam negeri antara lain TNI AL dan swasta. Harga sewa simulator kita 430 dolar AS per jam,” tambahnya. (dms)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *