oleh

Ayat Al Qur`an Tidak Bisa Ditambah Atau Dikurangi

FIRMAN ALLAH SWT dalam Surat Al Baqoroh ayat 185: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan [permulaan] Al Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendalnya ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari yang lain. Allah mengendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” [QS Al Baqoroh 185]

Saudaraku…
Dalil ini menegaskan bahwa:

1. Permulaan Al Qur`an [Al Iqro] turun [Nuzul Al Qur`an] pada 17 Ramadhan, bulan puasa, melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Besar Muhammad SAW. Kemudian disampaikan kepada umat Nabi Muhammad SAW.
2. Al Qur`an kita suci umat Islam, menjadi petunjuk [Huddan] bagi manusia, tanpa kecuali. Bukan hanya untuk orang-orang beriman, namun disampaikan untuk sekalian manusia, yang berakal dan berpikir  Al Qur`an sebagai mukzijat Nabi Besar Muhammad SAW menjadi petunjuk dan sekaligus pembeda mana yang hak dan mana yang bathil.

Al Qur`an menurut bahasa berarti `bacaan`. Turun secara berangsur-angsur dalam kurun waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al Qur`an terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6.666 ayat dan 554 ruku`. Surat yang panjang berisi beberapa ruku`, sedangkan surat pendek berisi satu ruku`. Tiap-tiap ruku` diberi tanda di sebelah pinggir dengan huruf (a`in). Al Qur`anul Karim bukan karya atau buatan manusia, tapi wahyu Allah SWT. Ayat-ayat Al Qur`an tidak bisa ditambah atau pun dikurangi/dihapus sekalimat atau sehuruf pun.

3. Masuk bulan Ramadhan, wajib puasa di mana pun saat itu berada.
4. Rukhsyoh (keringanan), apalabila ada yang sakit secara medis tidak bisa berpuasa, atau di tengah perjalanan [sesuai ketentuan-red], maka wajib mengganti pauasanya sebanyak yang ia tinggalkan, pada hari lain di luar Ramadhan.
5. Setiap perintah Allah SWT itu tidak memberatkan umatnya.
6. Mencukupkan bilangan hari puasa Ramadhan.
7. Mengagungkan asma [nama] Allah SWT.
8. Bersyukur atas segala nikmat Allah yang diberikan kepada umatnya.

Semoga menjadi renungan buat kita semua…

Nasrumminallohi wa Fathun Qorib, Wabassyiril Mukminin, Wassalamu`alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.