oleh

Warga Tanah Abang Geruduk Kelurahan Satroni Ahli Waris SM Alaydrus

POSKOTA.CO – Warga RT 02 RW 007 Tanah Abang menggeruduk Kantor Kelurahan Kebon Kacang, Kamis (11/2/2021). Mereka menerima undangan klarifikasi dari ahli waris Sayeed Mohamad bin Husein Alaydrus, Ahmad Kamal SM Alaydrus, lantaran tanah warisnya diperjualbelikan tanpa sepengetahuannya.

“Saya ini salah satu ahli waris SM Alaydrus, anak tunggal dari istri pertama, yang juga punya hak waris atas tanah tersebut,” ujar Ahmad Kamal SM Alaydrus, didampingi Joko Umboro SH & Rinaldi Rais SH & Hantoro SH selaku kuasa hukum dari J.Umboro & Partners, saat bertemu warga di Aula Kelurahan setempat. “Saya hanya ingin menerima bagian hak saya, dan urusannya saya serahkan kepada tim lawyer saya,” sambungnya.

Bagi Joko Umboro, kedatangannya untuk memperkenalkan diri sebagai kuasa ahli waris kepada warga yang menempati lahan pewaris, SM Alaydrus. “Posisi kami di sini untuk menjelaskan kedudukan Bapak Ahmad Kamal sebagai salah satu ahli waris, dan kami diberi kuasa untuk mengurusi bagian dari hak-hak klien kami,” ujarnya.

Dijelaskannya, kuasa diterima J.Umboro & Partners saat Ahmad Kamal mengetahui tanah ayah kandungnya berlokasi di Jalan Lontar Raya Gg Bahaswan dengan sertifikat hak milik nomor 31/1954 seluas 3.050 M2 dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Pusat. “Kami telah menerima dokumen dan surat dari Bapak Kamal untuk mengurusi hak-hak klien kami itu,” ucap Joko.

Kuasa hukum dari J.Umboro & Partners. (ist)

Menanggapi ini, sejumlah warga bertanya. Di antaranya Samsudin, yang menanyai kejelasan status Ahmad Kamal sebagai ahli waris. Alasannya, SM Alaydrus itu memiliki beberapa istri. “Anda itu keturunan dari istri SM Alaydrus yang mana? Anak ke berapa?” kata Samsudin SH, yang juga mengaku berprofesi advokat itu.

Kamal pun menjawab bahwa ia anak tunggal dari istri pertama SM Alaydrus yang tinggal di Kebon Kacang VI, Jakarta Pusat. Sedangkan dua ibu lainnya telah meninggal bersama dua anaknya, dan seorang lainnya dengan anak-anaknya yang telah berkewarganegaraan Singapura.

Namun begitu, Samsudin didukung suara warga lainnya bersepakat untuk mencari solusi dalam permasalahan tanah yang ditempati tersebut. Alasannya, sebagian warga telah menjual kepada keturunan SM Alaydrus yang lain. “Terima kasih kepada kuasa hukum Bapak Kamal yaitu Bapak Joko, yang siap menyelesaikan persoalan ini untuk dikonsultasikan,” ujarnya. (dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *