oleh

Upaya Pencegahan Sejak Dini, Pelajar SMPN 206 Jakarta Diedukasi Budaya Antikorupsi

JAKARTA – Para pelajar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 206 Jakarta diberikan edukasi pembelajaran anti korupsi dan pencegahannya di aula sekolah, Selasa (17/12/2024). Hadir sebagai narasumber Camat Kembangan, Joko Suparno.

Cemat Kembangan, Joko Suparno mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari program pejabat mengajar anti korupsi pada satuan pendidikan di wilayah Jakarta Barat.

“Saya mengajar untuk menindaklanjuti program Pemprov DKI Jakarta. Kebetulan, saya mendapatkan tugas memberikan pendidikan anti korupsi di SMP 206 Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan,” ujarnya, saat dikonfirmasi.

Menurutnya, program pejabat mengajar anti korupsi pada satuan pendidikan bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada para siswa terkait tindak kejahatan korupsi, pencegahan, serta penerapan nilai-nilai integritas.

“Materi yang diberikan diantaranya tentang pencegahan, tindakan korupsi serta sembilan nilai-nilai integritas yakni Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin Adil dan Kerja Keras atau disingkat Jumat Bersepeda KK,” jelasnya.

Para peserta didik juga diajak berinteraksi dengan sejumlah pertanyaan seputar korupsi dan membuat yel-yel anti korupsi.

“Agar lebih semangat, kami meminta para siswa membuat yel-yel anti korupsi yang terbagi dalam sejumlah kelompok. Mereka sangat antusias dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang korupsi. Itu artinya pendidikan anti korupsi penting ditanamkan sejak dini. Sehingga kelak dewasa, mereka memiliki pondasi yang kuat agar terhindar prilaku dan tindakan korupsi,” ujar Joko.

Sementara itu, Kepala SMPN 206 Jakarta, Tarsono mengapresiasi program pejabat mengajar anti korupsi di sekolahnya. Kegiatan ini setidaknya menambah pengalaman dan bermanfaat bagi para siswa.

“Saya melihat, siswa sangat antusias mengikutinya. Tak hanya pemberian materi, tapi ada dialog serta kuis terkait korupsi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Tarsono berharap siswa dapat memahami tentang korupsi dan melakukan pencegahan sejak dini.  “Ini semua menjadi bekal kelak dewasa dan selalu teringat bahwa korupsi itu berbahaya,” ucapnya. (ta)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *