JAKARTA – Perhimpunan Saudagar Muslimah Indonesia (PERSAMI) mendapat kehormatan sebagai mitra kolaborasi Women Entrepreneurs Finance Code (WE Finance Code) yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan RI, KNEKS, Asian Development Bank (ADB) dan Islamic Development Bank (IsDB). Penandatanganan kesepakatan dan dukungan untuk implementasi WE Finance Code tersebut dilakukan di Jakarta pada Selasa (17/12/2024).
WE Finance Code merupakan komitmen dari pelaku usaha sektor keuangan, regulator, bank pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bekerja sama meningkatkan pembiayaan bagi perempuan pengusaha. Secara global, WE Finance Code telah diluncurkan pada 2023 World Bank – IMF Annual Meetings di Marrakesh yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Ketua Umum PERSAMI Prof. Dr. Hj. Siti Azizah Ma’ruf Amin M.Hum, PhD. (HC) menjelaskan PERSAMI menjadi salah satu asosiasi yang menjadi mitra strategis bagi WE Finance Code di samping IWAPI dan stakeholder lainnya. Ini merupakan isu yang sangat strategis karena sampai saat ini perempuan pelaku usaha yang masih dinomorduakan karena dianggap tidak cukup mandiri untuk memanfaatkan fasilitas-fasilitas keuangan yang ada.
“Nah ini kesempatan pada WE Finance Code yang diinisiasi oleh ISDB, ADB dan OJK mengafirmasi aksesibilitas keuangan atau pembiayaan terhadap pelaku usaha perempuan,” kata Prof Siti Azizah.
Menurutnya ini merupakan starting point yang baik terutama bagi PERSAMI untuk membantu dan lebih mendorong kemandirian keuangan atau akses pada pembiayaan usaha bagi pelaku usaha perempuan yang ada di Indonesia, terutama anggota PERSAMI yang cukup banyak.
Penandatanganan yang melibatkan dua asosiasi yakni PERSAMI dan IWAPI ini, lanjut Prof Azizah juga menjadi kesempatan yang baik bagi PERSAMI untuk ikut mendorong upaya selain meliterasi juga berkaitan dengan pelatihan pendampingan dan advokasi kepada pelaku usaha dari kalangan perempuan dimana PERSAMI sangat konsen terhadap halal lifestyle.
“Kita tahu bahwa 64,1 persen itu adalah UKM, dan separuhnya adalah pelaku usaha perempuan. Jadi ini merupakan kesempatan baik bagi PERSAMI untuk ikut berkolaborasi mendorong tidak hanya literasi, pendampingan tetapi juga mengafirmasi aksesibilitas fasilitas pelayanan terhadap pembiayaan UMKM halal perempuan,” katanya.
Dukung Tujuan WE Finance Code
Lebih lanjut Prof Siti Azizah mengakui pentingnya WE Finance Code sebagai bagian dari pendekatan global multi-pemangku kepentingan dan berbasis data untuk mengumpulkan dan menyebarkan data keuangan terpilah berdasarkan jenis kelamin (SDD). Karena itu PERSAMI sangat mendukung tujuan WE Finance Code di Indonesia untuk menyelaraskan dan mengkatalisasi tindakan di seluruh ekosistem sektor keuangan dengan melibatkan pemerintah dan pengambil keputusan serta pemangku kepentingan lain yang tertarik untuk menciptakan insentif bagi terjadinya perubahan.
Sebagai organisasi yang kini sudah memiliki 18 DPD di berbagai daerah, PERSAMI berkomitmen untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dimiliki/dipimpin oleh perempuan di Indonesia. “Kami juga berkomitmen untuk mendukung pengembangan bisnis anggota kami agar tumbuh, berkembang, menjadi bisnis formal dan mendapat akses pembiayaan dari penyedia layanan keuangan,” terang Prof Azizah.
Sekjen PERSAMI Prof. Dr. Euis Amalia M.Ag menambahkan bahwa PERSAMI berkolaborasi dengan IsDB dan ADB serta lembaga keuangan lainnya berkomitmen memberikan bantuan pembiayaan berbasis syariah bagi pelaku UMKM halal yang dikelola dan dipimpin oleh perempuan. Utamanya dalam hal akses permodalan, di mana PERSAMI akan menjembatani permodalan dengan akses yang mudah, murah tidak pakai banyak syarat dan ijin.
“Ini bisa dijembatani melalui penandatanganan kesepakatan hari ini, karena kesepaakatan yang kita tandatangani hari ini melibatkan banyak stakeholder dan lembaga keuangan tingkat dunia,” jelasnya.
Selanjutnya PERSAMI akan mendistribusikan kepada anggota yang membutuhkan permodalan, pendampingan usaha dan peningkatan literasi keuangan, literasi halal dan sebagainya.
Terkait bentuk komitmen PERSAMI sebagai mitra strategis WE Finance Code, Prof Siti Azizah menerangkan ada beberapa bentuk komitmen yang akan dilakukan PERSAMI. Pertama PERSAMI akan bertindak sebagai gender champions. “Dalam hal ini PERSAMI akan menunjuk menunjuk seorang anggota tim manajemen senior yang bertanggung jawab untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran mengenai kesetaraan gender dan akan mengambil tindakan nyata untuk mempromosikan kesempatan yang sama bagi karyawan perempuan di organisasi PERSAMI,” kata Prof Siti Azizah.
Kedua, mendorong inklusi keuangan. Dalam hal ini PERSAMI akan bertindak sebagai pelopor untuk meningkatkan literasi keuangan anggota organisasi, memperjuangkan agar mereka mendapat akses layanan keuangan dan pembiayaan yang lebih baik, serta meningkatkan kesadaran anggota perlindungan konsumen dengan dukungan dari jaringan gerakan ini.
Ketiga, meningkatkan akses pada persyaratan dan perizinan usaha. PERSAMI akan bertindak sebagai penggerak yang akan meningkatkan layanan akses pembiayaan melalui pendampingan persyaratan dan perizinan usaha bagi kelompok perempuan dengan dukungan dari lembaga mitra gerakan WE Finance Code.
Keempat, PERSAMI akan mendampingi penguatan kapasitas usaha perempuan melalui pelatihan dan bimbingan pengembangan usaha untuk skala nasional maupun ekspor dengan dukungan dari mitra jaringan gerakan ini.
Kelima, PERSAMI akan melakukan pengukuran tingkat ketercapaian literasi keuangan. Kegiatan ini akan dilakukan melalui survei yang berkolaboras bersama lembaga-lembaga mitra yang terlibat dalam gerakan WE Finance Code.
Dan terakhir, PERSAMI berkomitmen melacak kemajuan dengan cara memberikan pembaruan rutin sebagai bagian dari pelaporan tahunan tentang kegiatan yang telah PERSAMI lakukan sehubungan dengan komitmen PERSAMI.
“Jadi ada enam bentuk komitmen PERSAMI sebagai mitra kolaborasi Women Entrepreneurs Finance Code,” tandas Prof. Siti Azizah (*/fs)







Komentar