oleh

Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Raya Cileungsi Timbulkan Bau Busuk

POSKOTA.CO – Sampah berserakan sepanjang pinggir jalan raya  Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya, selain menimbulkan aroma yang tak sedap, juga merusak udara hingga menimbulkan penyakit.

Wilayah Kecamatan Cileungsi yang berada dibelahan timur Kabupaten Bogor, nampaknya menjadi langganan bagi para pembuang sampah liar.

Masyarakat kian resah dan protes. Meski petugas sudah melakukan upaya pembersihan, namun tetap saja warga yang tak bertanggungjawab kembali menjadikan lahan-lahan tersebut sebagai Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.

Menurut salah satu warga, lokasi yang kerap menjadi sasaran tempat sampah liar itu, diantaranya Jalan BPM Cikuda-Cileungsi, Kolong Fly Over Cileungsi dan Jalan Narogong Limusnunggal Cileungsi. Lokasi tersebut sudah menjadi langganan pembuang sampah liar.

“Pembuangan sampah tersebut kemungkinan beraksi ketika malam hingga dini hari, sehingga tidak terpantau oleh warga maupun petugas,” kata Komeng (46) warga sekitar, Kamis (13/10/2022).

Lokasi sampah liar selain memprihatinkan. Penyakit bisa dengan cepat menyebar ke tengah masyarakat.

Kondisi ini menurut warga, butuh kesadaran masyarakat. Ketegasan dari pemerintah setempat juga dibutuhkan.

“Kenapa ini selalu terjadi persoalan ini meskipun merupakan permasalahan klasik namun terkesan tanpa solusi. Jika ada upaya ketegasan dari pemerintah, adanya solusi tentang bagaimana pengelolaan sampah di setiap lingkungan, mungkin tidak seperti ini,” jelasnya.

Satria, warga lain berujar, sampah liar ini selalu di angkut petugas dari DLH Kabupaten Bogor, melalui UPT Kebersihan Wilayah II Jonggol.

Namun bagi warga ini, hal tersebut bukan solusinya. Kesadaran masyarakat untuk tak membuang sampah tidak pada tempatnya, adalah utama.

“Sampah dibuang ditempatnya. Jangan jalan utama dibuang sampah. Nanti ada penyakit yang menyerang warga, teriak pemerintah dimana. Kita yang ciptakan penyakit dengan seenaknya buang sampah sembarangan, begitu ada dampaknya, pemerintah kita salahkan,” ujarnya.

Heri, petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor melalui UPT Kebersihan jonggol menjelaskan, jika upaya pengangkutan sudah dilakukan. Namun selang beberapa hari, jembatan tersebut kembali dijadikan TPS liar.

“Warga yang tak bertanggungjawab kembali berulah,” singkatnya.

Heri menjelaskan, pihaknya selalu memberikan arahan dalam setiap kesempatan agar warganya tidak membuang sampah sembarangan.

“Saya selalu imbau warga agar jaga lingkungan. Pihak desa dan kecamatan juga harus ikut berpartisipasi dalam menjaga lingkungannya,”paparnya.

Plt Sekcam Cileungsi, Suryadi tidak menampik jika di wilayahnya banyak terjadinya tempat-tempat yang dijadikan sasaran pembuang sampah liar. Hal itu diakuinya, akibat minimnya kesadaran masyarakat tentang menjaga lingkungan.

“Kesadaran masyarakat minim, dan itu pemicunya. Kami coba koordinasikan dengan pihak desanya dan instansi terkait, agar dapat menyelesaikan persoalan tersebut,” singkatnya.

Pihaknya juga mengaku kerap memberikan masukan terhadap para kepala desa, baik dalam rapat minggon maupun lainnya. Untuk selalu melaporkan persoalan di lingkungan wilayahnya.

“Setiap rapat kami selalu kasih imbauan para kades, agar melaporkan persoalan di wilayahnya melalui RT RW. Ini guna memudahkan pemantauan dan penyelesaian persoalan di lingkungan masing-masing,” ujarnya. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *