oleh

Sebagian Wilayah Bogor Dilanda Angin Kencang, Hujan Es dan Pohon Tumbang

POSKOTA.CO – Wilayah Bogor dilanda hujan deras di sertai angin kencang Rabu (23/9/2020) sore hingga malam.

Angin kencang ini membuat banyak pohon tumbang menutupi jalan dan memutuskan kabel listrik maupun telkom hingga terjadi gelap gulita.

Tidak hanya itu, fenomena hujan es yang terjadi di sebagian wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Angin kencang hingga tumbangnya pohon, membuat warga panik,

Hujan es yang berlangsung pukul 17:00 WIB ini terjadi di Kemang, Kabupaten Bogor.  Satu dari beberapa wilayah yang dilanda hujan es ini, membuat warga makin panik.

Peristiwa langka ini sempat diperingatkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Menurut keterangan resmi mereka, wilayah di Indonesia kini sudah memasuki kondisi pancaroba jelang musim hujan pada 2020/2021.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, prakiraan awal musum hujan di Indonesia kemungkinan terjadi pada akhir bulan Oktober-November 2020.

Namun selama September-Oktober ini terjadi periode peralihan musim (pancaroba) dari kemarau ke penghujan.

“Pada masa peralihan musim ini, perlu diwaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, bahkan fenomena hujan es,” kata Guswanto.

Sebelumnya kata Guswanto, pada Senin 21 September 2020 kemarin terjadi banjir bandang di wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi yang diakibatkan oleh hujan lebat dengan intensitas tinggi hingga 110 mm dalam periode 4 jam sejak 15.00-19.00 WIB yang teramati di Citeko.

Hujan lebat ini dipicu oleh kondisi atmosfer yang labil dan diperkuat dengan adanya fenomena gelombang Rossby ekuatorial serta adanya daerah pertemuan angin (konvergensi).

“Kombinasi dari ketiga fenomena atmosfer ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa Barat,” tuturnya.

BMKG sendiri lanjutnya, telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem berkala dalam rentan waktu 3 jam untuk wilayah Jawa Barat sebelum terjadinya banjir bandang pada tanggal 21 September 2020 tersebut sebanyak 5 kali mulai dari jam 13.45 WIB hingga 22.50 WIB.

“Potensi hujan lebat yang terjadi pada siang/sore di wilayah Bogor tersebut secara tidak langsung dapat meningkatkan potensi luapan air di sekitar daerah aliran sungai Ciliwung, sehingga masyarakat dihimbau untuk mewaspadai potensi genangan,” ungkapnya.

Selain itu kata Guswanto, BMKG memprediksikan dalam periode sepekan kedepan, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. (yopi/sir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *