oleh

Perusahaan Melanggar Protokol Kesehatan Didenda Rp150 Juta dan Sanksi Ditutup

POSKOTA.CO – Dalam mengawasi protocol kesehatan, selama penerapan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB), Pemkot Jakarta Utara membentuk tim khusus, dibawah naungan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi, Jakarta Utara tugasnya melakukan pengawas perkantoran.

Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, Jakarta Utara Gatot Subroto mengatakan, sebanyak lima tim yang masing-masing tim berisi empat petugas disebar di seluruh wilayah Jakarta Utara. Para petugas ini melakukan pengawasan protocol kesehatan disetiap perkantoran yang ada di wilayah Jakarta Utara.

“Tim ini ditugaskan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan pada perkantoran sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),”terang Gatot Subroto, Senin (14/9/2020).

Menurutnya, dengan adanya tim ini dipastikan akan mengawasi protokol kesehatan perkantoran seperti 25 persen kapasitas pegawai di luar 11 sektor esensial dan 50 persen kapasitas pegawai yang masuk dalam kategori 11 sektor esensial. “Untuk pegawainya wajib menerapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Petugas 20 petugas yang dibagi dalam lima tim untuk mengawasi protokol kesehatan di perkantoran,” tambahnya.

Dalam melakukan pengawasan ini, jika ada yang melakukan pelanggaran akan mendapatkan sanksi ditegaskan. Untuk itu bagi pemilik perkantoran yang melanggar protokol kesehatan mematuhi peraturan ini.

Sanksi yang dikenakan mulai dari penutupan sementara, denda maksimal senilai Rp 150 juta hingga pencabutan izin usaha. “Sanksi akan kami kenakan secara tegas apabila ada perkantoran yang melanggar protokol kesehatan selama PSBB ini,” tegasnya. (wandhy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *