oleh

Penerimaan BPHTB Kabupaten Bekasi Menurun Terdampak Covid-19

POSKOTA.CO – Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi dari sektor BPHTB (Bea Peralihan Hak atas Tanah dan Bangunan) di Kabupaten Bekasi pada triwulan pertama 2020 ini jauh menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pada Badan pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, pada triwulan pertama 2019 penerimaan BPHTB mencapsi Rp241.359.757.304. Sedangkan di triwulan pertama tahun ini (per 20/04) baru mencapai Rp164.574.313.426.

“Ada penurunan sekitar Rp77 miliar jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, ” ujar Kabid PBB dan BPHTB Bapenda Kabupaten Bekasi Eko Suparyadi ST, MT, Rabu (29/4/2020), melalui saluran selulernya.

Penurunan penerimaan BPHTB di Kabupaten Bekasi tersebut, ungkap Eko, tentunya tak lepas dari dampak pendemi Corona, di mana banyak pengusaha menunda kegiatannya.

Penerimaan BPHTB di Kabupaten Bekasi, lanjut Eko, tentunya paling besar diperoleh dari sektor perumahan, sedangkan terhadap jual beli tanah/bangunan secara perseorangan tidak terlalu berpengaruh.

Namun begitu, Eko berkeyakinan kalau setelah pandemi Covid-19 berakhir kegiatan properti di Kabupaten Bekasi kembali menggeliat.

”Kami berkeyakinan pihak pengembang hanya menunda kegiatan saja. Jadi setelah pandemi Covid-19 mereka akan melakukan kegiatan,” papar Eko.

Pemasukan PAD dari sektor BPHTB memang sangat berpengaruh bagi APBD Kabupaten Bekasi. Tahun ini misalnya, Penerimaan BPHTB ditargetkan sebesar Rp805 miliar. Tahun sebelumnya hanya Rp700 miliar. (agus suzana)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *