oleh

Pelayanan Peserta Prioritas di Faskes Permudah Lansia Berobat Sendiri

POSKOTA.CO-Selalu memastikan keaktifan orang tuanya dalam kepesertaan Program Jaminan Kesehatah Nasional (JKN), orang tua Duma (44) yang telah berusia 70 tahun tetap merasakan manfaat sebagai peserta Program JKN dalam kelancaran proses pengobatan yang dilakukan, serta pengecekan kesehatan orang lanjut usia secara rutin dan menyeluruh.

“Saya sudah tidak pernah mengkhawatirkan ibu saya ketika beliau perlu melakukan pengobatan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tanpa didampingi. Kondisi fisik ibu saya memang dapat dinilai masih menyanggupi bila harus berpergian sendiri, walaupun tetap harus saya pantau dari jauh dengan menghubungi beliau. Di luar itu, saya juga memastikan kondisi FKTP beserta pelayanan yang beliau dapatkan. Hal ini semakin menurunkan rasa khawatir saya melihat usia ibu saya yang sudah melebihi setengah abad,” sebut Duma.

Bukan semata – mata tidak memperdulikan keselamatan orang tua, tetapi keadaan yang memang tidak dapat dipaksakan. Melihat Duma yang masih memiliki kesibukkan sebagai karyawan swasta, sehingga tidak ada orang lain di rumah yang dapat diandalkan. Hal ini tentu tetap dalam pengawasanya dan menjadi tanggung jawabnya untuk merawat ibunya. Kartu KIS juga seringkali digunakan untuk cek kesehatan rutin orang tua Duma, seperti cek gula darah, cek kolesterol, serta cek kesehaan lain secara general. Hal ini cukup membantu, karena dengan Kartu KIS ini tidak membuat pikir manjang jika memang perlu berobat ataupun hanya sekedar cek rutin kesehatan. Sehingga, tidak akan ada hal – hal yang dikhawatirkan terjadi dalam pantauan medis.

“Sebelum saya menyetujui keinginan beliau berobat sendiri ke FKTP, saya juga menyempatkan diri untuk memastikan langsung ke lokasi yaitu faskes tempat ibu saya berobat. Di faskes tersebut, terdapat dua antrean pendaftaran yang membedakan antara pasien umum dengan pasien prioritas, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas. Hal ini tentu sangat efisien dalam mengindari penumpukkan antrean yang dikhawatirkan dapat membuat sesak para peserta atau pasien prioritas. Pelayanan para petugas kesehatan juga ramah dan informatif, sehingga para orang tua yang memang tidak sedikit yang melakukan pengobatan tanpa pendamping juga dapat didampingi langsung oleh perawat yang bertugas,” tambahnya.

Duma yang ditemui baru saja melakukan pengubahan segmentasi kepesertaan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat sangat merasakan manfaat Kartu Indonesia Sehat (KIS). Ia menjelaskan, bahwa sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) juga tidak menghalangi proses berobat, tidak menghambat proses apapun, apalagi tidak tertangani. Semua proses berjalan lancar, ditambah dengan tidak adanya diskriminasi dari para petugas faskes. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *